PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau, melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) teknis pemerintahan kampung tahun 2024. Rakor tersebut dibuka oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra M Hendratno, mewakili Pjs Bupati Berau Sufian Agus, di gedung Balai Mufakat, Tanjung Redeb, Selasa (29/10/2024).
Hendratno mengatakan, rakor ini diharapkan dapat mendorong Pemerintah Desa mampu mengelola aset secara produktif untuk memberikan sumbangan terhadap pendapatan desa, dan mendorong desa mampu melaksanakan tata kelola aset dengan efektif dan efisien.
“Saya juga berharap, melalui forum strategis ini muncul komunikasi aktif dengan narasumber, sehingga menghasilkan gagasan kreatif dan langkah strategis, yang nantinya dapat diimplementasikan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik guna mewujudkan desa yang mandiri, maju, makmur, dan sejahtera,” harapnya.
Menurutnya, potensi 100 kampung sangat luar biasa. Dirinya yakin, jika potensi ini mampu dikelola dengan sebaik-baiknya, kampung mampu bergerak lebih maju. Hendratno juga menekankan kepala kampung untuk mengoptimalkan BUMK masing-masing.
“Intinya, jangan sampai masyarakat kampung hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” tuturnya.
Kemudian, aparatur kampung harus memaksimalkan tugas pendamping profesional seperti Pejuang SIGAP Sejahtera, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa (PLD), termasuk di antaranya Tim Pendamping Kecamatan dan Kabupaten, dalam rangka memaksimalkan keberhasilan tugas.
“Saya juga menekankan kepada saudara-saudara agar taat pada peraturan perundang-undangan. Pelajari, konsultasikan, koordinasikan dengan pihak kecamatan maupun OPD terkait, terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan kebijakan publik,” ucapnya.
Jangan sampai aparatur kampung bertindak apalagi mengambil kebijakan di luar aturan, yang dikhawatirkan akan memicu permasalahan yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Pada kesempatan itu juga, Hendratno mengucapkan syukur dan berbangga, atas raihan prestasi kampung yang telah meningkat statusnya, antara lain 2 kampung yang meningkat dari maju menjadi mandiri, yaitu Kampung Tubaan dan Tepian Buah.
“Kemudian, 5 kampung meningkat dari berkembang menjadi maju, yaitu Kampung Long Lanuk, Kayu Indah, Tumbit Melayu, Melati Jaya, dan Pesayan. Dan 1 kampung meningkat dari tertinggal menjadi berkembang, yaitu Kampung Mapulu,” bebernya.
Diketahui, saat ini jumlah kampung mandiri di Kabupaten Berau sebanyak 19 kampung, 39 kampung berstatus maju, berkembang sebanyak 42, dan sudah tidak ada lagi kampung tertinggal di Kabupaten Berau.
“Ini tentu merupakan pencapaian yang luar biasa, yang menjadi bukti kerja nyata kita bersama,” bebernya.
Dirinya berharap, prestasi ini dapat memotivasi kepala kampung lainnya agar dapat melakukan yang terbaik dalam rangka memajukan kampung.
“Saya ingin, kedepan semakin banyak kampung mandiri dan berprestasi di Kabupaten Berau. Kemudian, saya juga menekankan kepada kita semua, selaku aparatur kampung untuk menjaga netralitas dan kondusifitas dalam menghadapi Pilkada,” harapnya.
Selain itu, ia juga berharap, kegiatan ini akan menjadikan para aparatur kampung semakin berdedikasi, berjiwa pengabdian, dan memiliki etos kerja profesional dalam memberikan pelayanan masyarakat, yang berorientasi pada terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel sebagai visi utama.
“Mengingat, pentingnya substansi kegiatan ini, saya berpesan kepada saudara-saudara sekalian, agar mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (RIZAL)












