BUPATI Berau, Sri Juniarsih Mas menekankan pemerintah desa untuk meningkatkan Indeks Desa Membangun (IDM) dengan tujuan bukan hanya mendongkrak status desa, tapi yang terpenting adalah meningkatkan kesejahteraan warga.
Sebab, di Kabupaten Berau masih ada desa dengan status berkembang yang harus ditingkatkan menjadi desa maju, kemudian ditingkatkan menjadi desa mandiri
“Dengan memperhatikan tiga aspek pendongkrak IDM, diantaranya adalah indeks ketahanan sosial (IKS), indeks ketahanan ekonomi (IKE), dan indeks ketahanan lingkungan (IKL),” ujar Bupati Sri Juniarsih, Senin (3/2/2025).
Bupati menjelaskan, jika dirinci maka IKS terdiri dari dimensi modal sosial dengan indikator solidaritas sosial, toleransi, rasa aman, kesejahteraan sosial, dimensi kesehatan, dimensi pendidikan, dan dimensi permukiman.
Untuk IKE terdiri dari dimensi ekonomi dengan indikator keragaman produksi masyarakat desa, tersedia pusat pelayanan perdagangan, distribusi logistik, akses ke lembaga keuangan, lembaga ekonomi, dan keterbukaan wilayah.
“Sedangkan IKL terdiri dari dimensi ekologi dengan indikator kualitas lingkungan, potensi rawan bencana, dan tanggap bencana,” jelasnya.
Bupati juga terus mendorong semua pihak untuk bersama-sama melakukan intervensi pada desa yang berkembang agar naik menjadi maju, bahkan desa yang sudah maju pun harus diupayakan menjadi mandiri.
“Dana desa harus digunakan untuk program unggulan, pengelolaan keuangan jangan berdasarkan pada keinginan pribadi, tetapi harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga hal ini juga bisa menaikkan IDM,” tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan pihaknya menargetkan peningkatan IDM di Kabupaten Berau, setidaknya dua kampung berstatus maju naik menjadi kampung mandiri setiap tahunnya.
“Dari 100 desa di Berau yang tersebar pada 13 kecamatan, mengalami perkembangan IDM positif,” ungkapnya.
Desa dengan status maju mengalami peningkatan, dari 39 desa pada 2023 naik menjadi 42 desa pada 2024. Dengan kenaikan IDM yang terus terjadi, Kabupaten Berau kini tidak lagi memiliki kampung tertinggal.
“Hal ini sejalan dengan target Pemerintah Provinsi Kaltim yang menetapkan 20 kampung naik status menjadi mandiri setiap tahunnya,” pungkasnya. (RIZAL)












