Dipicu Pergeseran Sesar Tarakan

Plafon di salah satu pusat perbelanjaan ambruk akibat gempa magnitudo 4,8./IST

Tarakan kembali diguncang gempa bumi magnitudo 4,8 pada Rabu (6/11/2025), pukul 18.37 Wita. Sebelumnya, Jumat (31/10/2025), Bumi Paguntaka -sebutan Tarakan- juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,0.

Menurut Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Cristianto Sihombing, dampak gempa Tarakan yang dirasakan warga Bulungan masih dalam kategori lemah, dengan intensitas 4 Modified Mercalli Intensity (MMI).

“Pulau Bunyu getaran terasa dengan intensitas 4 MMI, Tanjung Selor getaran terasa dengan intensitas 3-4 MMI, Nunukan dan Malinau getaran terasa lebih lemah dengan intensitas sekitar 3 MMI,” kata Cristianto, Kamis (6/11/2025).

“Getaran gempa tersebut terjadi akibat adanya pergeseran sesar dengan jarak 10 kilometer di bawah laut Tarakan,” tambahnya.

Sementara, menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa bumi yang terjadi di Tarakan merupakan gempa dangkal. Pusat gempa berada pada koordinat 3,33° LU dan 117,82° BT, atau tepatnya di laut pada jarak 24 km sebelah tenggara Tarakan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Karena itu, kata Daryono, gempa dirasakan dengan intensitas IV-V MMI, atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk. Termasuk warga di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, yang lokasinya lebih dekat dengan Tarakan.

Daryono juga menyebut getaran gempa turut dirasakan warga di Tanjung Selor, Berau, Nunukan, dengan intensitas III-IV MMI, Malinau dengan intesitas III MMI, atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Akibat dari gempa, menurut laporan yang diterima pihaknya, terjadi kerusakan sejumlah rumah warga di Kampung Empat dan Mamburungan, Tarakan. (muhammad efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *