Cakupan Imunisasi Turun, 42 Suspek Campak Muncul di Berau

Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Tuty Handayani. (Azwini/Disway Kaltim)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau mencatat peningkatan dugaan kasus campak pada awal tahun 2026. Hingga memasuki minggu kesembilan tahun ini, sebanyak 42 kasus suspek campak ditemukan di sejumlah wilayah di Kabupaten Berau.

Tim Surveilans dan Imunisasi Dinkes Berau, Tuty Handayani mengatakan, seluruh kasus tersebut masih berstatus dugaan karena hasil pemeriksaan laboratorium masih dalam proses.

“Tahun lalu selama satu tahun tercatat ada 105 suspek campak, dengan dua kasus yang dinyatakan positif. Sementara di tahun 2026 ini baru berjalan sembilan minggu, tetapi sudah ada 42 kasus suspek campak,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, seluruh sampel dari kasus suspek tersebut saat ini masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium. Meski hasil laboratorium belum keluar, penanganan pasien tetap dilakukan sejak awal berdasarkan penilaian medis dari dokter. Langkah ini dilakukan agar pasien segera mendapatkan penanganan dan untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Berdasarkan distribusi wilayah, sebagian besar kasus suspek campak tahun ini ditemukan di Kecamatan Sambaliung. Dari hasil penelusuran, lebih dari 80 persen kasus terjadi pada individu yang tidak pernah mendapatkan imunisasi campak.

“Biasanya yang tidak divaksin kondisinya lebih berat dibandingkan yang sudah mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Tuty mengakui, dalam beberapa tahun terakhir cakupan imunisasi campak di Kabupaten Berau justru mengalami penurunan. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit di masyarakat.

Tuty mengungkapkan, cakupan imunisasi yang ideal untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity seharusnya mencapai minimal 85 persen. Namun saat ini capaian imunisasi di Berau bahkan belum mencapai 70 persen. Ia menjelaskan, tren penurunan tersebut mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2022 sebagian besar wilayah masih berada dalam kategori baik, kondisi tersebut mulai berubah pada tahun-tahun berikutnya.

Karena itu, Dinas Kesehatan Berau terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi, baik melalui tenaga kesehatan di lapangan maupun melalui kerja sama lintas sektor.

“Kami terus melakukan promosi kesehatan dan edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *