BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai keberadaan alat observasi laut di wilayah pesisir Kabupaten Berau semakin mendesak. Alat tersebut diperlukan untuk memperkuat pemantauan kondisi perairan sekaligus meningkatkan keselamatan aktivitas masyarakat pesisir dan jalur penyeberangan laut.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi mengatakan, saat ini BMKG hanya mampu memberikan prakiraan tinggi gelombang laut maksimal hingga tujuh hari kedepan. Di luar periode tersebut, informasi yang tersedia masih bersifat umum berdasarkan data klimatologis.
Keterbatasan prakiraan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya keberadaan alat observasi laut yang dapat memantau kondisi perairan secara real time. Alat tersebut tidak hanya mendukung penyusunan prakiraan cuaca, tetapi juga berfungsi mendeteksi perubahan dan keanehan kondisi air laut.
“Alat ukur untuk observasi air laut memang diperlukan. Mudah-mudahan ke depan bisa ada sinergi antara BMKG dan pemerintah daerah untuk menyediakan alat pengamatan cuaca dan kondisi real di perairan Berau,” kata Ade, Senin (5/1/2025).
Saat ini, alat pengukur level air laut atau tide gauge milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah terpasang di Pelabuhan Tanjung Batu. Namun, Ade menilai jumlah tersebut masih belum ideal untuk kebutuhan pemantauan perairan Berau yang cukup luas.
“Kalau semakin rapat tentu akan semakin bagus. Selain di Tanjung Batu, wilayah seperti Maratua juga perlu dipasang alat pengukur level air laut, termasuk untuk mengukur arus dan parameter kelautan lainnya,” ujarnya.
Alat pemantau laut memiliki peran strategis dalam mendukung keselamatan transportasi laut, khususnya bagi aktivitas penyeberangan dan kapal-kapal kecil. Informasi mengenai arus, tinggi gelombang, serta kecepatan angin dinilai sangat membantu pengguna jasa laut dalam mengambil keputusan sebelum berlayar.
“Alat-alat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung keselamatan kegiatan di perairan, terutama untuk penyeberangan seperti Tanjung Batu, Maratua, dan Derawan,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menilai keberadaan peralatan maritim seperti Automatic Weather Station (AWS) maritim dan radar maritim sangat penting dalam menunjang keselamatan pelayaran. Radar maritim, misalnya, mampu memantau tinggi gelombang, kecepatan arus, dan angin secara real time. Namun, hingga saat ini radar maritim baru terpasang di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Radar maritim itu sangat penting karena bisa memantau arus dan tinggi gelombang secara real time. Namun, untuk Berau saat ini memang belum menjadi prioritas pemasangan,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












