Seorang oknum kepala sekolah di Kabupaten Bulungan yang terjerat masalah hukum, yakni dugaan penipuan dan penggelapan BBM jenis solar, menjadi atensi serius Bupati Bulungan, Syarwani.
Bahkan, ia menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengambil sikap. Yakni pemberhentian sementara berdasarkan ketentuan dan setelah penetapan tersangka.
Syarwani mengatakan, proses hukum dan proses kepegawaian akan berjalan secara bersamaan, tanpa adanya intervensi dari pemerintah daerah.
Menurutnya, kasus yang melibatkan oknum kepala sekolah tersebut harus disampaikan secara terbuka, karena telah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Bulungan.
“Ini memalukan dunia pendidikan kita, dan harus kita sampaikan apa adanya,” kata Syarwani, Kamis (22/1/2026).
Ia juga menyinggung adanya kasus lain di sektor pendidikan, yang terjadi sebelumnya. Hal tersebut, menurutnya, menjadi peringatan bahwa pengawasan di lingkungan sekolah masih perlu diperkuat.
Selain itu, peristiwa tersebut dinilai perlu menjadi bahan koreksi bersama dalam melihat potret pendidikan daerah, serta pembinaan sumber daya manusia ke depan.
Ia berharap keterlibatan para guru senior dan komite sekolah dapat diperkuat, untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan di lingkungan pendidikan.
“Keterlibatan berbagai pihak ini diperlukan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan dunia pendidikan dapat dijaga bersama,” ujarnya. (Muhammad Efendi)












