BPBD Berau Butuh Tambahan Personel

BPBD Berau bersama warga saat menangani evakuasi kunci yang jatuh kedalam saluran drainase. (ist/BPBD Berau)

TINGGINYA jumlah laporan kedaruratan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau sepanjang 2025 belum diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kompetensi.

Sepanjang tahun lalu, BPBD Berau menangani total 264 peristiwa darurat. Dari jumlah tersebut, 49 merupakan kebakaran di kawasan permukiman, sementara 187 lainnya berupa penanganan dan evakuasi satwa liar, dengan rincian 89 laporan keberadaan tawon, 78 ular, 11 biawak, lima anjing liar, satu trenggiling, satu monyet, serta dua kasus kemunculan buaya di lingkungan masyarakat.

Selain itu, petugas juga menangani berbagai insiden non bencana, dari pohon tumbang, cincin tersangkut di jari, mobil terkunci, kunci motor jatuh ke parit, ponsel hanyut ke sungai, sampai evakuasi jenazah dan warga yang terjebak di dalam toilet akibat pintu rusak.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menyebut ragam laporan yang masuk menunjukkan luasnya cakupan tugas BPBD, yang tidak lagi terbatas pada kebakaran dan bencana alam.

“Jenis kejadiannya sangat beragam, dan hampir semuanya membutuhkan respons cepat serta kemampuan teknis khusus,” ujar Nofian.

Namun dibalik tingginya beban kerja tersebut, kapasitas personel dinilai belum memadai. Dari total 83 personel damkar dan BPBD Berau, hanya 30 orang yang memiliki sertifikasi Pemadam 1.

“Padahal kalau merujuk dari rekomendasi Kementerian PAN-RB itu seharusnya kebutuhan idealnya itu sekitar 450-an personel untuk kebencanaan dan pemadam kebakaran, “ jelasnya.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya personel yang memiliki pelatihan lanjutan. Nofian menjelaskan, sertifikasi pemadam kebakaran sendiri terbagi dalam beberapa jenjang, mulai dari penanganan api dasar, kebakaran bangunan, hingga kemampuan pertolongan pertama.

Namun sebagian besar petugas di Berau belum pernah mengikuti pendidikan formal pada level tersebut.

Ia juga mengungkapkan, hingga kini belum ada satupun personel BPBD Berau yang mengantongi sertifikasi penyelamatan khusus, baik untuk operasi di ruang terbatas, ketinggian, maupun perairan.  Selama ini peningkatan kemampuan hanya mengandalkan latihan internal, yang dinilai belum cukup untuk menjawab kompleksitas tugas di lapangan. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *