Bocah Hilang Asal Bulungan Ditemukan Setelah 3 Hari Pencarian

Jenazah R (10) saat di evakuasi oleh tim sar. (IST/Dok.Polsek Pulau Derawan)

PENCARIAN terhadap R (10), bocah asal Bulungan yang dilaporkan hilang diduga terseret arus di Pantai Ulingan, Kampung Teluk Semanting, berakhir tragis. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) setelah tiga hari dilakukan proses pencarian.

Kapolsek Pulau Derawan, AKP Iwan Purwanto mengungkapkan, jasad korban ditemukan sekira pukul 09.47 Wita di perairan sejauh kurang lebih 1,8 kilometer dari titik awal kejadian, mengarah ke bagian selatan.

“Korban ditemukan mengapung di perairan, sekitar 1,8 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang,” ujar Iwan.

Proses pencarian yang memasuki hari ke-3 dilakukan secara intensif dengan melibatkan tim gabungan. Operasi tersebut dibagi ke dalam tiga skema, yakni penyelaman di bawah air (search diving), penyisiran menggunakan perahu ke arah laut, serta penelusuran sepanjang garis pantai.

“Tim kami bagi ke beberapa sektor agar pencarian lebih efektif dan mempercepat proses penemuan korban,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa tragis itu bermula pada Minggu (5/4/2026) sekira pukul 14.30 Wita. Saat itu, korban bersama rekannya diketahui tengah berada di kawasan Pantai Ulingan untuk berenang. Seorang saksi lain, Muhammad Ariandi (13), sempat melihat dan memperingatkan mereka agar tidak menuju area yang lebih dalam.

Namun korban diduga terseret arus laut hingga akhirnya hilang dari pengawasan. Upaya pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan sejak hari pertama kejadian.

“Korban datang bersama keluarga untuk berwisata dan mencari kerang di sekitar pantai sebelum akhirnya dilaporkan hilang,” tambahnya.

Seiring ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian turut mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir, terutama dalam mengawasi anak-anak.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak lengah saat membawa anak ke pantai, mengingat potensi bahaya arus laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *