PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau meresmikan dermaga wisata dan area pendestrian Gunung Tabur, tepatnya di depan Museum Batiwakkal Gunung Tabur pada Selasa (23/12/2025).
Selain mempercantik ikon Kelurahan Gunung Tabur, pembangunan dermaga wisata dan area pendestrian ini bertujuan untuk mempermudah akses pengunjung atau wisatawan yang hendak berkunjung ke Museum Batiwakkal Gunung Tabur. Pembangunan dermaga wisata dan area pendestrian Gunung Tabur mendapat dukungan dari pihak ketiga, yakni PT Berau Coal.
Selain peresmian dermaga wisata dan pendestrian, kegiatan tersebut juga dibalut dengan penyerahan bibit kakao, bibit tanaman penaung, program beasiswa Perguruan Tinggi, serta sarana produksi untuk pengembangan kebun kakao seluas 138 hektare yang hari ini telah dicanangkan oleh pihak kecamatan dan kelurahan Gunung Tabur.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, peresmian dermaga wisata dan pendestrian Gunung Tabur ini merupakan harapan bersama dan sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kecamatan Gunung Tabur.
“Dan tentunya akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat Gunung Tabur dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” kata Bupati Sri Juniarsih.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal dan PT Buma yang telah mendukung pembangunan dermaga wisata dan pendestrian Gunung Tabur, serta mendukung banyak kegiatan di Kabupaten Berau.
“Saya mengucapkan terima kasih sebanyak banyaknya kepada PT Berau Coal yang telah banyak mensupport kegiatan di Kabupaten Berau,” ucapnya.
Menurutnya, peresmian ini sebagai akses penunjang bagi pengunjung atau wisatawan yang hendak berkunjung ke Museum Batiwwakal atau Keraton Gunung Tabur. Pasalnya, Keraton Gunung Tabur dinilai yang cukup mempertahankan adat dan masih banyak kenangan di dalamnya.
“Ketika ada tamu yang datang, mereka itu pasti berkunjug ke Museum Gunung Tabur. Sehingga wajar dan wajib untuk kita percantik,” tuturnya.
Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang sudah memberikan bibit coklat kepada masyarakat Kecamatan Gunung Tabur.
“Karena sampai saat ini kita masih kekurangan bibit, kekurangan permintaan coklat untuk standar internasional,” tandasnya.
General Manager Operational Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto mengatakan, dukungan ini merupakan bagian dari komitmen PT Berau Coal melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan tujuan memperkuat identitas daerah, meningkatkan daya tarik wisata, serta menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap nilai, budaya, dan sejarah Gunung Tabur.
“Dermaga ini dibangun untuk meningkatkan aksesibilitas wisata, khususnya melalui jalur air, sehingga diharapkan dapat mempermudah kunjungan wisatawan, meningkatkan pergerakan ekonomi, serta membuka pulang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” kata Cahyo.
Pada momentum peresmian ini, PT Berau Coal secara simbolis juga menyerahkan bantuan beasiswa pendidikan Politeknik sebagai wujud komitmen PT Berau Coal dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal yang diyakini, bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah melalui pendidikan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
“Program Beasiswa Perguruan Tinggi di Politeknik Sinar Mas PT Berau Coal di wilayah Gunung Tabur sebanyak 22 mahasiswa dan ITSB sebanyak 20 mahasiswa. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM,” terangnya.
Selain itu, PT Berau Coal juga menyerahkan bibit kakao, bibit tanaman penaung, serta sarana produksi untuk pengembangan kebun kakao seluas 138 hektare yang telah dicanangkan oleh pihak kecamatan dan kelurahan Gunung Tabur.
Cahyo menjelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis pertanian atau perkebunan yang dikembangkan bersama pemerintah daerah dan kelompok tani.
“Di kawasan tepian Gunung Tabur ini, PT Berua Coal juga telah mendukung penyediaan rombong sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal di kawasan wisata,” imbuhnya.
Menurutnya, infrastruktur dan berbagai program bantuan yang diberikan hanyalah sarana, keberhasilan pembangunan dan pengembangan pariwisata sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pihak.
Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizhali menyebut, pembangunan dermaga wisata dan pendestrian merupakan penunjang destinasi wisata di Kelurahan Gunung Tabur, sekaligus bagian dari penataran kawasan heritage yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
“Keberadaan fasilitas ini kami harapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperkuat daya tarik wisata, serta mendukung aktivitas pariwisata yang tertib aman dan berkelanjutan,” harapnya.
Ia menyebut, pembangunan dermaga wisata dan pendestrian ini terlaksana atas dukungan PT Berau Coal. Untuk itu, atas nama pemerintah kelurahan dan masyarakat Gunung Tabur, dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi dan energi yang telah diberikan. (***/RIZAL)












