Berau Segera Miliki GOR Baru untuk Event Olahraga Berstandar Internasional

Detail Engineering Design Gor Kakaban Aquatic (Ist/DPUPR Berau)

PEMBANGUNAN gedung olahraga (GOR) baru di kawasan Kakaban Aquatic, Tanjung Redeb, dipastikan mulai bergerak tahun ini. Pada tahap awal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau memprioritaskan pengerjaan struktur bawah sebagai fondasi utama bangunan berkapasitas 4.000 penonton tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Review GOR Kakaban Aquatic DPUPR Berau, Ridho Septian Rahman, menjelaskan bahwa anggaran awal yang telah dialokasikan difokuskan untuk pekerjaan dasar, meliputi pembangunan pondasi serta pembersihan lahan yang saat ini masih dipenuhi semak belukar.

“Kalau tahap awal, sebagian besar pekerjaannya struktur bawah, terutama pondasi. Ditambah sedikit pekerjaan land clearing karena kondisi lahan masih berupa semak-semak,” ujar Ridho, Rabu (4/2/2026).

Ridho menjelaskan, saat ini pihaknya masih menyiapkan dokumen tender sebagai dasar pelaksanaan fisik di lapangan. Ia menyebut, proses lelang ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar pembangunan segera dimulai.

Menurutnya, GOR Kakaban Aquatic akan dirancang sebagai gedung olahraga multiguna dengan arena utama berukuran sekitar 55 x 32,4 meter yang dirancang dengan pengaturan berbagai cabang olahraga sekaligus sesuai standar.

Ridho memaparkan, arena tersebut dapat menampung hingga 10 lapangan bulu tangkis, tiga lapangan voli, dua lapangan basket, satu lapangan futsal berstandar FIFA, serta satu lapangan tenis sesuai regulasi internasional.

“Konsepnya satu arena, tapi bisa diatur untuk berbagai cabang olahraga. Ini supaya lebih fleksibel dan efisien saat digunakan untuk event,” jelasnya.

Dari sisi kapasitas, GOR baru ini dirancang lebih besar dibanding GOR Pemuda di Jalan Pemuda. Seluruh tempat duduk nantinya menggunakan sistem single seat sesuai regulasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), demi menjaga keselamatan dan kejelasan kapasitas penonton.

“Sekarang harus single seat, tidak boleh lagi tribun bebas. Ini untuk alasan safety dan penghitungan kapasitas yang jelas, terutama saat event besar,” ujar Ridho.

Secara desain, bangunan GOR Kakaban Aquatic mengadopsi konsep GOR Among Rogo di Yogyakarta yang dikenal sering menjadi tuan rumah event berskala nasional hingga internasional. Namun, sentuhan lokal tetap ditonjolkan sebagai identitas daerah.

“GOR ini dirancang tertutup penuh, meski konsep sirkulasi udara dan sistem pendingin masih dikaji oleh konsultan perencana untuk mencari opsi paling ideal dan efisien,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *