Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Utara menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) sebesar Rp 10,5 miliar sepanjang 2026.
Target tersebut terdiri atas Rp 6,5 miliar dana on balance sheet dan Rp 4 miliar dana off balance sheet. Angka ini meningkat sekitar Rp 500 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Staf Bidang Penghimpunan Baznas Kaltara, M. Syaikhu Nuris, mengatakan bahwa peningkatan itu disesuaikan dengan potensi penghimpunan di masing-masing daerah.
“Secara umum tidak ada lonjakan signifikan, hanya naik tipis dari tahun lalu,” ujar Hadruni, Senin (2/3/2026).
Tahun ini, Baznas Kaltara menetapkan besaran zakat fitrah dalam tiga kategori, yakni Rp 60 ribu, Rp 45 ribu, dan Rp 35 ribu per jiwa.
“Nominal tersebut setara dengan 2,5 kilogram beras per orang dan disesuaikan dengan kondisi harga pangan di daerah,” sebut Hadruni.
Untuk memaksimalkan penerimaan, gerai zakat mulai dibuka sejak 10 Ramadan di sejumlah titik strategis, terutama di Tanjung Selor dan Tarakan.
Puncak pembayaran biasanya terjadi pada sepekan terakhir Ramadan hingga malam menjelang Idulfitri.
Selain melalui gerai, penghimpunan turut diperkuat lewat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid serta organisasi perangkat daerah. Kontribusi UPZ selama ini dinilai signifikan dalam mendukung capaian tahunan.
Dari sisi wilayah, penghimpunan terbesar tercatat di Kabupaten Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung. Sementara Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan masih menjadi fokus penguatan sosialisasi.
Baznas Kaltara berharap kesadaran masyarakat menunaikan zakat melalui lembaga resmi terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh para mustahik di daerah. (Muhammad Efendi)












