SEJUMLAH ruas jalan dan permukiman di Tanjung Redeb, kembali terendam banjir usai dilanda hujan deras, Kamis (6/2/2025) dini hari. Ruas jalan terendam banjir meliputi Jalur Gatot Subroto, Kelurahan Bedungun, arah masuk Perumahan Berau Indah (BI) Jalan Durian III hingga jalur Bandara Kalimarau.
Hujan deras yang mengguyur menyebabkan ketinggian air mencapai 20 hingga 40 sentimeter, bahkan meningkat hingga lebih dari satu meter. Rerata banjir mengenangi area jalan depan rumah warga. Meski, ada pula sejumlah lokasi yang airnya masuk ke dalam rumah.
Hal itu tentu menjadi pertanyaan masyarakat terkait proyek drainase yang berjalan dimana-mana, namun masih mengakibatkan banjir. Sumanto, salah satu warga yang rumahnya terdampak banjir, mengungkapkan bahwa meskipun rumah-rumah di sekitar Jalan Kalimarau memiliki pondasi yang tinggi, air tetap merendam hingga sekira satu meter.
Banjir di kawasan tersebut memang bukan peristiwa yang baru terjadi, namun menurut Sumanto, kejadian kali ini adalah yang terparah. Dirinya pun mempertanyakan kemana pemerintah daerah selama ini.
“Banjir memang biasa terjadi, tetapi tidak separah sekarang,” ujarnya.
Dirinya berharap agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di wilayah tempat tinggalnya, baik dalam bentuk penanggulangan maupun upaya pencegahan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, mengatakan bahwa Pemkab Berau sampai saat ini terus mengintensifkan upaya penanganan banjir melalui pembangunan jaringan drainase yang lebih luas dan terkoneksi.
Dengan anggaran mencapai Rp 415,36 miliar pada tahun 2024, fokus utama adalah membangun sistem drainase yang terintegrasi di berbagai wilayah rawan banjir.
“Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir secara menyeluruh. Tahun ini, rencana pembangunan meliputi jaringan sepanjang 18.880 meter,” kata Hendra, Kamis (6/2/2025).
Menurutnya, drainase yang terkoneksi memungkinkan aliran air berjalan dengan lancar, sehingga banjir dapat diminimalkan. Ia mengungkapkan, anggaran untuk proyek drainase terus meningkat sejak 2021, mencerminkan komitmen Pemkab Berau dalam menangani permasalahan banjir.
“Dalam empat tahun terakhir, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 763 miliar untuk pembangunan drainase sepanjang 36.931 meter,” pungkasnya. (RIZAL)












