TANJUNG SELOR, NOSAKALTARA – Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan beberapa poin serius dalam momentum pelantikan 1.485 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.
Ada tiga poin yang menjadi perhatian serius bupati dalam momen penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang dilaksanakan pada Jumat (25/4/2025).
Kepada seluruh PPPK yang dinyatakan lolos tahap pertama, bupati menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada PPPK maupun ASN yang terlibat tindak pidana asusila.
Bupati menyebutkan, di tahun 2024 lalu, pemerintah telah megambil tindakan tegas terhadap oknum guru yang berstatus ASN lantaran terlibat tindak pidana asusila.
“Saya pastikan pemerintah akan mengambil tindakan tegas apabila hal tersebut (asusila) terjadi. Karena itu bisa mencoreng harkat dan martabat masyarakat Bulungan yang tidak sepantasnya melakukan tindakan pelecehan seksual,” tegas bupati.
Kemudian bupati juga menyampaikan agar PPPK serta ASN tidak terlibat judi online (Judol). Bupati Syarwani meminta, agar para abdi negara dilingkup Pemkab Bulungan ini tidak memanfaatkan kemajuan teknologi dengan melakukan tindakan yang tak senonoh, seperti terlibat judol.
“Karena judol ini sangat merugikan masyarakat. Terutama para guru, yang seharusnya menyiapkan SDM unggul untuk Bulungan, namun akan rusak apabila guru-gurunya terlibat judi online. Ini harus menjadi atensi kita secara serius,” kata dia.
Tak lupa juga, bupati menegaskan persoalan narkoba yang sudah marak di bumi tenguyun-sebutan lain Bulungan. Bupati mengakui, Kabupaten Bulungan saat ini terbuka akses cukup lebar terkait peredaran barang haram itu.
Untuk itu, bupati menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada para PPPK ataupun ASN yang terlibat, baik sebagai bandar, kurir maupun pengguna barang haram tersebut.
Bupati meminta, agar seluruh abdi negara bersama-sama menjaga komitmen demi tercapainya Kabupaten Bulungan yang bersih dari narkoba.
“Saya sudah minta kepada Pak Sekda serta kepala OPD terkait, bagi siapa saja yang terlibat agar diberikan tindakan tegas. Kita harus menjadi kekuatan besar dalam memberantas peredaran narkoba ini,” pungkasnya. (Alan)












