Arus Mudik Mulai Meningkat, 1.100 Penumpang Terbang dari Bandara Kalimarau

Suasana bandara Kalimarau jelang arus mudik lebaran. (Azwini/Disway Kaltim)

PERGERAKAN penumpang pesawat di Bandara Kalimarau, Kabupaten Berau, mulai menunjukkan peningkatan menjelang arus mudik lebaran 1447 Hijriah. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah penumpang yang berangkat tercatat jauh lebih banyak dibandingkan penumpang yang datang.

Kepala BLU UPBU Bandara Kalimarau, Patah Atbari, mengatakan peningkatan pergerakan penumpang mulai terlihat sejak 10 hingga 11 Maret 2026. Dalam sehari terakhir, jumlah penumpang yang berangkat tercatat mencapai sekitar 1.100 orang, sedangkan penumpang yang datang sekitar 500 orang.

“Dari kemarin itu total sekitar 500 yang datang, sedangkan yang berangkat mencapai 1.100 orang. Jadi sekarang ini pergerakan penumpang sudah mulai naik sedikit demi sedikit,” kata Patah, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah penumpang menjelang lebaran merupakan tren yang terjadi setiap tahun. Berdasarkan pengalaman pada periode sebelumnya, pihak bandara memprediksi jumlah penumpang tahun ini akan meningkat sebesar 14 persen dibandingkan hari normal.

“Memang setiap periode arus mudik kenaikan penumpang itu sekira 14 persen,” ujarnya.

Tingginya minat masyarakat untuk bepergian juga tercermin dari ketersediaan tiket pesawat. Patah menyebut, tiket penerbangan kelas ekonomi untuk periode 14 hingga 20 Maret saat ini telah habis terjual. Menurutnya, tiket kelas ekonomi yang cepat habis turut dipengaruhi kebijakan stimulus dari pemerintah berupa potongan harga sekitar 17 hingga 18 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi domestik.

“Yang sudah habis terjual itu tiket kelas ekonomi, kemungkinan juga salah satu faktornya karena adanya stimulus dari pemerintah berupa potongan harga. Sementara yang masih tersedia saat ini hanya tiket kelas bisnis,” jelasnya.

Seiring meningkatnya pergerakan penumpang, Patah mengaku pihaknya saat ini juga mulai melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi lonjakan penumpang selama periode mudik lebaran. Persiapan tersebut meliputi kesiapan personel, peningkatan layanan operasional, serta memastikan seluruh fasilitas bandara dalam kondisi optimal.

“Ada beberapa aspek yang saat ini menjadi perhatian kami dalam mempersiapkan arus mudik tahun ini, yakni safety, security dan services,” katanya.

Dari sisi keselamatan penerbangan, pihak bandara memastikan berbagai fasilitas penunjang telah melalui proses verifikasi dan evaluasi. Peralatan navigasi, lampu pendaratan, hingga kondisi landasan pacu dipastikan dalam kondisi baik setelah dilakukan pengecekan oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan.

Selain itu, Patah mengungkapkan pihaknya juga terus mengantisipasi potensi gangguan cuaca seperti kabut tebal atau Ground Fog yang beberapa hari ini sering muncul pada pagi hari sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan penerbangan.

“Beberapa hari ini cuaca berkabut tebal setiap pagi. Kalau sudah begitu biasanya terjadi delay penerbangan,” katanya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pihak bandara menambah jam operasional penerbangan sekitar dua jam setiap hari. Saat ini Bandara Kalimarau beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 20.00 Wita. Penambahan jam operasional ini dilakukan agar jadwal penerbangan tetap berjalan apabila terjadi penundaan akibat faktor cuaca.

“Kalau nanti ada rotasi pesawat dan cuaca memungkinkan, kami juga bisa menambah jam operasi lagi,” ujarnya.

Dari sisi keamanan, Bandara Kalimarau juga akan membuka posko terpadu angkutan Lebaran yang dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 30 April 2026. Posko tersebut akan melibatkan sejumlah instansi terkait guna memastikan keamanan dan ketertiban selama periode mudik maupun arus balik Lebaran. Selain pengamanan, peningkatan pelayanan kepada penumpang juga menjadi perhatian pengelola bandara. Salah satunya dengan melakukan perbaikan pada sistem pendingin udara di terminal penumpang.

“Beberapa waktu lalu suhu ruangan di terminal terasa panas. Sekarang sudah kami lakukan perbaikan pada peralatan air conditioning supaya suhu ruangan lebih nyaman bagi penumpang,” ucap Patah.

Ia menambahkan, selain mempersiapkan arus mudik, pihak bandara juga mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan terjadi pada 25 hingga 29 April 2026 mendatang. Periode tersebut diperkirakan menjadi puncak pergerakan penumpang sebelum masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa.

“Karena tanggal 30 April masyarakat sudah mulai bekerja kembali, maka arus balik diperkirakan terjadi pada tanggal 25 sampai 29 April,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *