Armada Tua, Damri Tegaskan Laik Jalan

Armada Damri yang melayani rute antarkota dalam Provinsi Kaltara.-MUHAMMAD EFENDI/DISWAY KALTIM

Sejumlah armada milik Damri yang melayani rute Tanjung Selor ke Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Timur, masih menggunakan kendaraan lama alias tua.

Manajer Usaha dan Teknik Damri Tanjung Selor, Jaelani yang ditemui wartawan, mengakui keterbatasan armada yang saat ini digunakan untuk melayani rute ke wilayah pedalaman dan pesisir itu.

“Memang ada keluhan dari pelanggan terkait kondisi armada. Tapi saat ini kendaraan yang ada tetap kami operasikan sambil menunggu penggantian unit,” ujar Jaelani, belum lama ini.

Ia menyampaikan bahwa meski armada dinilai tua, perawatan rutin tetap dilakukan untuk menjaga kelayakan operasional.

“Perawatan tetap berjalan, seperti penggantian oli setiap 12 ribu kilometer. Kalau ada kerusakan, pasti kami perbaiki,” katanya.

Menurut Jaelani, kondisi jalan menjadi tantangan tersendiri bagi operasional bus Damri di wilayah tersebut. Medan yang berat turut memengaruhi kondisi kendaraan.

“Jalannya memang cukup berat. Karena itu kami maksimalkan armada yang ada sambil berharap perbaikan infrastruktur jalan bisa dipercepat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, di beberapa titik kondisi jalan mulai membaik, salah satunya di Bukit Ilanun, Kecamatan Tanjung Palas Barat, yang sebelumnya kerap menyulitkan armada saat melintas.

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Dishub Bulungan, Sapta Desrian, menyatakan bahwa pihaknya memastikan operasional bus Damri tetap dalam pengawasan. Pemeriksaan kendaraan atau ramp check dilakukan secara rutin.

“Dari luar memang terlihat tua, tapi kalau saat dicek ada komponen yang bermasalah langsung diperbaiki. Rem dan ban itu tidak boleh ada masalah,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa selain ramp check, bus Damri juga wajib menjalani uji KIR, serta pemeriksaan kesehatan pengemudi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, termasuk tes urine sebelum keberangkatan.

Selain itu, lanjutnya, sepanjang 2025, tidak tercatat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Damri di Kabupaten Bulungan, sehingga operasional pada 2026 dinilai masih aman.

“Kami rutin lakukan pengawasan, termasuk saat momen Nataru, untuk memastikan keselamatan penumpang,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *