DINAS Kesehatan (Dinkes) Berau mengimbau masyarakat untuk rutin melakukan pengecekan kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah berbagai ancaman penyakit.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap individu, dari segala usia, dapat hidup sehat dan produktif. Saat ini, Dinkes Berau tengah menjalankan instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang berfokus pada pengaktifan Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu) dan Posyandu Lansia secara masif di berbagai wilayah.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, menyatakan bahwa pihaknya kini telah memulai pelayanan kesehatan yang menyasar langsung ke lingkungan tempat tinggal warga. Layanan ini berupa pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan yang diadakan di sekitar rumah warga untuk memudahkan akses masyarakat.
“Kami sudah bergerak secara masif, tinggal masyarakat yang perlu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan mau memeriksakan diri secara berkala,” ujarnya pada Senin (8/7/2024).
Lebih lanjut, Lamlay menekankan pentingnya kesadaran kesehatan di kalangan usia produktif, yakni mereka yang berusia 15 hingga 59 tahun. Kelompok usia ini memiliki peran penting dalam mengawal pertumbuhan dan pembangunan daerah. Menurutnya, setiap orang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, tidak boleh ada yang mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin.
“Jika tidak sempat ke Posbindu atau Posyandu Lansia, peserta BPJS bisa memeriksakan diri ke dokter keluarga,” tambahnya.
Selain itu, Lamlay menggarisbawahi bahwa penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah pintu masuk bagi berbagai penyakit lainnya.
“Tekanan darah tinggi tidak mengenal tingkatan usia. Semua kalangan berpotensi mengalami tekanan darah tinggi,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar dapat mendeteksi dan mengelola tekanan darah tinggi sejak dini. Pasien yang memeriksakan diri akan mendapatkan informasi yang komprehensif tentang cara pencegahan serta langkah-langkah untuk menurunkan risiko dari tekanan darah tinggi.
“Tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan sistolik mencapai atau melebihi 140 mmHg atau tekanan diastolik mencapai atau melebihi 90 mmHg,” tuturnya.
Dengan adanya program dan inisiatif ini, Dinkes Berau berharap masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya. Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah penyakit, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat di Kabupaten Berau. Melalui kerjasama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Berau dapat terus meningkat. (SAHRUDDIN)












