DINAS Kesehatan (Dinkes) Berau mulai mencicil kebutuhan pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb yang baru. RSUD baru tersebut berlokasi di Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, yang mana kini
pembangunannya sudah selesai 100 persen.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie mengatakan, saat ini Dinkes Berau tengah mengupayakan koordinasi pengadaan Alkes yang diusulkan langsung oleh pihaknya.
“Sudah kami usulkan terkait pengadaan Alkesnya,” kata Lamlay, Senin (23/6/2025).
Dalam proses pengadaan tersebut, diperlukan sistem pengadaan secara bertahap. Kebutuhan setiap ruangan akan dipenuhi sesuai dengan proses perizinan pengadaan Alkes.
“Diprosesnya ini secara bertahap untuk semua ruang perawatan pasien,” tuturnya.
Lamlay menegaskan, pihaknya mengutamakan kelengkapan pelayanan di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Sebab, dalam kondisi apapun, pasien akan diarahkan melalui layanan IGD, kemudian diteruskan ke ruang perawatan lainnya.
“Ruang tindakan IGD yang paling penting,” tegasnya.
Terkait pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, baru dapat dilakukan oleh pemerintah setelah proses izin beroperasi rampung. Lamlay mengungkapkan, proses perizinan tersebut akan memakan waktu cukup panjang. Secara optimal, RSUD diprediksi dapat digunakan untuk pelayanan pada tahun 2026.
“Diprediksikan baru bisa digunakan itu tahun depan, karena prosesnya memang panjang,” ungkapnya.
Terkait dengan manajemen rumah sakit tersebut, tahapan itu pun berjalan secara paralel dengan proses lainnya, termasuk memastikan keterisian SDM di setiap kamar perawatan.
“Di awal kebutuhannya itu dulu, sembari kami menyelesaikan proses izinnya,” imbuhnya.
Saat ini, gedung tersebut masih berada dalam kuasa pembangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau. Dinkes Berau pun masih menunggu tahap penyerahan bangunan setelah selesai dikerjakan.
“Gedung itu masih dalam kuasa DPUPR Berau, kami menunggu juga proses penyerahan bangunan” tandasnya. (ADV/RIZAL)












