TANJUNG SELOR, NOSAKALTARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) untuk waspada cuaca ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, intensitas radiasi Matahari yang tinggi pada pagi hingga siang hari, sewaktu-waktu dapat berubah.
Cuaca yang cukup terik ini, ujarnya, juga dapat memicu proses konveksi yang kuat, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya hujan lokal pada sore hingga malam.
“Tapi biasanya, hujannya tidak merata. Jadi meskipun di siang hari itu cukup terik, tapi saat malam bisa saja terjadi hujan. Bahkan dapat menimbulkan kilat serta angin kencang,” kata Khilmi, Jumat (9/5/2025).
Dengan kondisi saat ini, BMKG juga meminta masyarakat menjaga kondisi fisik, guna mengantisipasi dinamika atmosfer yang terus berkembang.
“Wilayah Indonesia saat ini masih mengalami pengaruh dari pola transisi musim, yang ditandai oleh kontras suhu udara antara pagi dan siang hari,” ungkapnya.
Khilmi menjelaskan, periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau di Indonesia semakin menunjukkan karakteristik yang khas.
Peningkatan frekuensi kondisi cuaca cerah, suhu udara yang relatif tinggi di beberapa daerah, serta kelembapan udara umumnya lebih kering dengan kisaran antara 63 persen hingga 77 persen.
“Memang cuaca cerah mulai mendominasi saat ini. Ketidakstabilan atmosfer selama periode transisi ini masih memungkinkan terjadinya pembentukan awan konvektif yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.
Hasil pengamatan cuaca, menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi di berbagai daerah.
Beberapa wilayah yang tercatat mengalami curah hujan lebat antara lain, Riau sebesar 105 milimeter (mm) per hari, Surabaya sebesar 99 mm per hari serta Sorong dan Papua Barat sebesar 87,1 mm per hari.
“Tapi tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi di wilayah Kaltara. Potensi hujan ini juga akan memicu terjadinya gelombang yang cukup tinggi. Makanya kita mengimbau untuk tetap waspada,” ujarnya. (Alan)












