TANJUNG SELOR, NOSAKALTARA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini, terkait kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Kaltara.
Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, hujan di wilayah Kaltara dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 4 (maritime continent).
Fenomena itu, ujarnya, berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan. “Fenomena gelombang kelvin berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Kaltara,” kata Sulam, Senin (3/2/2025).
Tidak hanya itu, pihaknya juga memperkirakan belokan angin dan konvergensi berpotensi memicu terjadinya pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia.
Di antaranya adalah, Sumut, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jatim, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kalsel, Sulut, Gorontalo, Sulbar, Sulteng, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, termasuk di Provinsi Kaltara.
“Anomali suhu muka laut juga memengaruhi pertumbuhan awan hujan di Kaltara,” ujarnya.
Berdasarkan analisis BMKG, prospek cuaca di Kaltara dalam sepekan ke depan masuk kategori kuning (hujan sedang-lebat) dan oranye (lebat-sangat lebat).
“Kami sudah mengeluarkan peringatan dini cuaca cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan,” pungkasnya. (ALAN)












