PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau kembali mengucurkan anggaran sejumlah Rp 2 miliar dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2024 untuk Beasiswa Berau Cerdas. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said mengatakan, anggaran tersebut di peruntukkan bagi 729 pelajar dan 20 mahasiswa yang merupakan putra-putri daerah Berau.
“Jumlah tersebut berasal dari penerima yang telah mendaftar sebelumnya, namun belum lolos verifikasi berkas,” kata Muhamnad Said, Selasa (1/10/2024).
Dijelaskannya, beasiswa ini merupakan bantuan dana pendidikan yang ditujukan kepada siswa SMA/MA/SMK dan Mahasiswa.
“Beasiswa ini diperuntukan bagi masyarakat Berau,” imbuhnya.
Said menjelaskan, hal ini merupakan bentuk dukungan Pemkab pada sektor pendidikan di Kabupaten Berau.
“Harapannya penerima beasiswa Berau Cerdas dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, karena ini menjadi fokus perhatian Pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Pemberian Beasiswa Berau Cerdas selama ini telah membant ribuan pelajar dan mahasiswa adal Berau yang sedang menempuh pendidikan. Harapannnya dengan Beasiswa tersebut, para pelajar dapat terbantu dari sisi pembiayaan sehingga bisa lebih fokus dalam belajar dan menghasilkan sumber daya unggul bagi Bumi Batiwakkal.
“Langkah ini dilakukan untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul di Kabupaten berau,”tandasnya.
Terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Berau, Mulyadi mengungkapkan, realisasi penerima pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni 2024 sekitar Rp 5 miliar untuk 650 pelajar dan 850 mahasiswa.
“Tahap pertama tersebut sudah selesai hingga pencairan. Pencairan itu dilakukan secara bertahap melalui pihak perbankan ke rekening penerima masing-masing,” ungkapnya.
Sementara, untuk tambahan di ABT, pihaknya belum mengumumkan penerimanya. Sebab, masih dalam tahap mengusulkan surat keputusan (SK) penerima.
“Kemungkinan pada bulan ini sudah disetujui. Jumlahnya pun masih sama, yakni Rp 3 juta untuk pelajar dan Rp 4 juta untuk mahasiswa. Tinggal menunggu saja, setelah itu akan kami umumkan dan baru bisa pencairan,” bebernya.
Dirinya menyebut, bahwa pihaknya tidak lagi membuka pendaftaran seperti pada tahap pertama. Sebab, berdasarkan arahan kepala daerah untuk menerima semua pendaftar pada tahap pertama.
“Sementara, kekurangannya akan diakomodir pada ABT atau APBD Perubahan (APBD-P). Mengingat waktunya yang pendek, kami usahakan di ABT ini secepatnya dilakukan proses melengkapi persyaratan yang kurang,” katanya.
Menurutnya, ada kendala yang banyak ditemui, seperti rekening penerima yang sudah tidak aktif, atau tidak diisi pada saat pendaftaran. Terlebih bagi penerima yang masih pelajar.
“Data penerima yang masuk dalam ABT ini pun belum dapat dipastikan, apakah rekening penerimanya aktif atau tidak. Sekitar 70 persen pelajar yang mendaftar bermasalah di rekening. Antara tidak aktif atau tidak mengisi informasi bank,” ujarnya.
Setelah pengumuman nantinya, jika memang ada kendala rekening, pihaknya bakal segera menghubungi penerima terkait untuk segera mengurus rekening. Sebab, pencairan wajib diberikan kepada rekening atas nama masing-masing.
“Penerima yang kami akomodir di ABT tahun ini dipastikan tidak mendapat beasiswa dari Beasiswa Kaltim Tuntas. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim,” pungkasnya. (RIZAL)












