Ajak Swasta Kembangkan UMKM

Salah satu UMKM yang berada di Berau

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menekankan pentingnya kerjasama atau nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Berau dengan para pengusaha di sektor perhotelan dan pariwisata.

Menurutnya, kerjasama ini akan menjadi langkah strategis untuk mempromosikan dan memasarkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal Berau. Ia berharap bahwa dengan adanya MoU ini, produk lokal tidak hanya dapat dipasarkan di ritel dalam kawasan Berau, tetapi juga mampu menjangkau pasar di luar daerah, sehingga meningkatkan daya saing dan visibilitas UMKM lokal.

Said mengungkapkan bahwa potensi produk lokal sangat besar jika dikelola dengan baik. Ia menjelaskan bahwa pemasaran produk UMKM bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja, tetapi juga memerlukan komitmen dan kolaborasi dari pihak swasta. Semua pihak, mulai dari perhotelan, jasa pariwisata, hingga jasa travel, diharapkan dapat berkontribusi dalam mempromosikan produk-produk lokal ini.

“Sebelumnya itu sudah ada beberapa produk UMKM lokal kita yang masuk di ritel nasional,” kata Said, Senin (30/9/2024).

Lebih jauh, Said menyatakan bahwa ketika produk UMKM dipasarkan di hotel-hotel yang ada di Kabupaten Berau, ini bisa menjadi kesempatan bagi UMKM untuk lebih berkembang. Produk tersebut dapat dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung, sehingga mereka dapat memperkenalkan produk Berau di daerah asal mereka. Hal ini diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran produk lokal dan menarik minat lebih banyak konsumen.

“Karena bisa saja produk itu dibawa sebagai oleh-oleh, kemudian diperkenalkan di daerah asalnya,” tuturnya.

Namun, Said juga mencatat beberapa kendala yang dihadapi dalam pemasaran produk UMKM, terutama terkait dengan kualitas dan daya tarik tampilan produk yang masih kurang. Untuk mengatasi hal ini, MoU yang telah ditandatangani diharapkan dapat menjadi pemicu bagi organisasi perangkat daerah dan UMKM untuk lebih meningkatkan kualitas dan penampilan produk yang mereka tawarkan.

Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa barang-barang yang masuk ke ritel memiliki kualitas yang baik. Dengan adanya MoU ini, diharapkan produk-produk yang ditawarkan dapat memenuhi standar yang diharapkan oleh para pengusaha ritel. Said menambahkan bahwa MoU ini seharusnya tidak hanya dijadikan formalitas, tetapi harus dimaknai sebagai upaya yang serius dalam pembinaan dan penetapan standar yang jelas.

“Ini kan sudah ada MOU-nya, dan mereka juga berharap barang-barang yang masuk ke ritelnya itu juga memiliki kualitas yang baik,” katanya.

Sebagai leading sektor, Diskoperindag Berau diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memberikan akses, pelatihan, dan dukungan kepada UMKM agar produk-produk mereka sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh ritel-ritel nasional.

“Melalui langkah ini, diharapkan produk-produk lokal Berau dapat bersaing dengan produk dari daerah lain, meningkatkan ekonomi lokal, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.” pungkasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *