Kereta tanpa rel akan beroperasi di IKN (Ibu Kota Nusantara) pada 5 Agustus 2024. Pj Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik berharap, kereta tersebut tak hanya di IKN, melainkan dapat beroperasi di seluruh wilayah Kaltim. Dengan catatan, kondisi infrastruktur sudah baik.
Menurut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Presiden Joko Widodo yang akan menjajal mode transportasi tersebut untuk pertama kalinya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, jika rute kereta tanpa rel ini akan beroperasi mengitari Jalan Sumbu Kebangsaan di IKN, mulai dari pusat Sumbu Kebangsaan dan berputar ke Sumbu Timur dan Barat searah jarum jam.
Ia menyebutkan, jika kereta trem tersebut beroperasi dengan kecepatan 40 kilometer (km) per jam dan menerapkan sistem tiket gratis kepada penumpang dalam masa uji coba.
Budi juga akan menargetkan, jika waktu tunggu (headway) di setiap pemberhentian kereta ini hanya selang 5 menit. Tak sampai situ, berharap jika trem otonom ini dapat menjadi salah satu ikon transportasi cerdas di IKN, dan bisa diimplementasikan juga di kota-kota besar Indonesia lainnya, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, hingga Makassar.
Dalam satu rangkaian kereta (trainset) yang terdiri dari tiga gerbong ini maksimal kapasitas ada 302 penumpang.
Lalu, Kementerian PUPR juga akan segera membangun sebuah halte untuk menunjang operasional trem otonom tersebut. Di mana, halte yang akan dibangun ini tak hanya digunakan sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, tetapi juga berfungsi untuk tempat melakukan charging.
Sebelumnya, Kemenhub mengumumkan jika kehadiran kereta tanpa rel di IKN Nusantara ini hanya tersedia hingga bulan Desember 2024 dan sifatnya masih uji coba. Kemenhub juga tengah menyiapkan kereta tanpa rel yang berasal dari China untuk menjalani proses uji coba dan pengoperasiannya.
Beberapa waktu lalu, gerbong kereta otonom tiba di gudang PT KKT (Kaltim Kariangau Terminal), kawasan Kilometer 13, Balikpapan.
Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menyambut positif kedatangan ini dan berharap kereta otonom bisa menjadi moda transportasi moderen di seluruh Kalimantan Timur.
Namun, Akmal Malik menekankan pentingnya infrastruktur jalan yang memadai untuk mendukung operasional kereta ini. “Kita bersyukur gerbong kereta sudah sampai. Semoga kereta tanpa rel bisa diterapkan di seluruh Kaltim, tapi jalannya harus bagus dulu,” ujar Akmal Malik di Balikpapan, Kamis (1/8/2024).
Saat ini, di Balikpapan belum memungkinkan untuk mengoperasikan kereta otonom karena kapasitas jalan yang belum memadai.
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Adwar Skenda Putra, menjelaskan bahwa penerapan kereta otonom baru mungkin terjadi jika jalan-jalan di Balikpapan dapat ditingkatkan seperti di IKN. “Kapasitas jalan kita belum memadai untuk pengoperasian kereta otonom,” kata Adwar.
Adwar juga menyebutkan rencana Kementerian Perhubungan untuk membuat kereta yang menghubungkan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan IKN. “Konsepnya mirip dengan kereta bandara di Yogyakarta International Airport. Dari Bandara SAMS Sepinggan, penumpang bisa berganti ke kereta otonom menuju IKN,” tambahnya.
Dukungan terhadap proyek kereta otonom juga datang dari Direktur Utama PT KKT, Endriany Muis. Ia memastikan kesiapan pihaknya dalam mendukung semua kegiatan di Nusantara.
Endriany menjelaskan bahwa komponen utama kereta otonom telah tiba di Pelabuhan KKT pada 27 Juli lalu dan siap dikirim ke IKN melalui jalur darat. “Ada 5 kontainer berisi 3 gerbong dan 2 aksesori pelengkap yang akan dikirim ke IKN,” jelas Endriany.
Mengenai kendala dalam pengiriman, Endriany mengaku tidak menemukan masalah berarti dalam proses pengiriman ke IKN.(disway.id/chandra/arie)












