Inflasi Berau Stabil

Kepala BPS Berau, Supriyanto.

BADAN Pusat Statistis (BPS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat adanya inflasi tahunan sebesar 2,99% pada Juni 2024. Kabupaten Berau tercatat menjadi daerah dengan inflasi tertinggi dengan angka 3,67% dan Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami inflasi terendah yaitu 2,36%.

Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Berau mencatat data terakhir menunjukkan bahwa inflasi Berau pada Juni sebesar 0,04 persen month on month (MoM) dari sebelumnya 0,03 persen.

Kepala BPS Berau, Supriyanto menyebut, inflasi di Berau jika dilihat dari MoM dinilai masih cukup stabil dan tidak menunjukkan pergerakan yang signifikan. Sejak Februari 2024 angka inflasi masih di bawah angka 1 persen, berturut yakni Januari 1,14 persen, Februari 0,64 persen, Maret 0,22 persen, April 0,92 persen, Mei 0,03 persen hingga terakhir Juni 0,04 persen.

“Proses untuk kabupaten bisa merilis angka inflasi itu panjang dan banyak yang harus disiapkan. Berau sendiri telah berproses sejak 2022 lalu dengan perhitungan Survei Biaya Hidup (SBH),” jelasnya.

Dikatakannya, perhitungan tersebut untuk menyusun paket komoditas dan penyusunan tinggi harga konsumennya. Penyusunan target komoditas itu diperoleh dari pelaksanaan SBH yang dibuat mulai dari harian, bulanan sampai triwulan.

“Tujuannya untuk melihat komoditas apa aja yang ada di Berau dan dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Dirinya menyebut, sekitar 237 paket komoditas yang dikelompokkan menjadi bahan makanan, pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, rekreasi dan sebagainya.

Pada bulan April, inflasi sempat naik karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan Lebaran Idulfitri. Belanja kebutuhan masyarakat sedang tinggi-tingginya terutama pada kategori makanan, minuman dan tembakau.

“Selanjutnya, Mei dan Juni turun lagi dan paling rendah se-Kaltim, artinya proses pengendalian inflasi atau kestabilan harga di Berau ini sebenarnya sudah cukup bagus,” imbuhnya.

Stabilnya harga itu berbeda dengan tingginya harga. Di mana kestabilan harga di setiap kabupaten tentunya berbeda-beda. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *