MASYARAKAT Pulau Maratua mengeluhkan kondisi dermaga bongkar muat di pusat Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau yang kurang memadai, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat Maratua harus menempuh jalur laut hingga ratusan kilometer untuk mencapai pusat kota.
Camat Pulau Maratua, Ariyanto mengatakan, kapal dagang dari Pulau Maratua hanya memiliki dua tempat bersandar untuk melakukan bongkar muat. Yakni di dermaga Jalan Pangeran Diguna, Kelurahan Karang Ambun, dan di dermaga Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD).
“Dermaga yang ada di Jalan Pangeran Diguna kini sudah ditutup, jadi perahu dari Maratua hana bisa bersandar di dermaga pasar,”ucapnya, Minggu (23/6/2024).
Karena kondisi dermaga yang kurang layak dn tidak sesuai dengan kapal dar maratua, para pedagang kesulitan mendistribusikan kebutuhan sehari-hari untuk masyarakat.
“Jaraknya terlalu tinggi, jadi untuk bongkar muat pasokan kebutuhan masyarakat di Maratua ini agak sedikit terganggu,” ungkap Camat Pulau Maratua, Ariyanto, Minggu (23/6/2024).
“Jadi mau kemana lagi kapal-kapal kami untuk sandar dan melakukan bongkar muat,” imbuhnya.
Sehingga masyarakat Maratua berharap Pemkab berau membantu mencari solusi agar kapal dari Mratua dapat melakukan bongkar muat dengan aman dan nyaman.
“Saya dan masyarakat Maratua mengharapkan kepada bupati dan wakil bupati, untuk mencarikan solusi terkait hal ini,” harapnya.
Dirinya mengku, pihaknya memang sudah beberapa kali berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan mengenai permasalahan tersebut, namun hingga kini belum ada solusi konkret yang bisa diambil.
“Meski air sedang pasang, dermaga pasar masih terlalu tinggi untuk kegiatan bongkar muat. Hal tersebut cukup menghmbat dan membahayakan,” pungkasnya. (RIZAL)












