WARGA Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau dihebohkan dengan musibah kebakaran yang terjadi pada Minggu (18/2/2024) sekira pukul 09.30 Wita.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat memaparkan, sedikitnya terdapat 98 rumah yang menjadi korban amukan si jago merah.
“Lokasi kebakaran terjadi tepatnya di Jalan Perumahan Buma RT 05, Kampung Pegat Bukur, Sambaliung,” ucapnya.
Dirinya menegaskan, setelah mendapatkan laporan kejadian, tim pemadam dari sejumlah posko langsung diterjunkan untuk menjinakkan api. Dengan rincian 3 unit truk pemadam kebakaran dari Posko Tanjung Redeb, 1 unit Posko Labanan, 2 unit dari Posko Teluk Bayur, 1 unit WS BNPB, WS PT. Buma 20.000 Liter 2 unit, dan 2 unit mobil Peralatan.
“Selain kami BPBD, kami juga dibantu TNI, Polri, PMI, Karyawan PT. Buma (Fire Rescue), Warga Setempat,” tuturnya.
Sebagai informasi, 98 rumah yang terdampak kebakaran berada di areal seluas 70×100 meter dan mengakibatkan 205 jiwa dari 148 KK harus kehilangan tempat tinggalnya.
“Sejauh ini dilaporkan tidak ada korban jiwa,” tandasnya.
Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma mengatakan, kebakaran ini diduga berasal dari kompor salah seorang warga.
“Identitasnya belum diketahui, tetapi berasal dari salah satu titik rumah. Mungkin ada kemungkinan karena kompor,” ungkapnya.
Dikatakannya, kencangnya angin serta kondisi bangunan rumah yang saling berdekatan membuat kobaran api dengan cepat semakin membesar dan terus menjalar ke rumah-rumah warga lainnya.
“Mayoritas rumah warga terbuat dari kayu, membuat kobaran api semakin sulit untuk dikendalikan,” ujarnya.
Sementara itu, aparat kepolisian tengah menyelidiki peristiwa kebakaran pemukiman yang menghanguskan 98 rumah di Kampung Pegat Bukur tersebut. Kapolsek Sambaliung, AKP Amin Maulani memaparkan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kerugian material yang disebabkan oleh peristiwa kebakaran tersebut mencapai miliaran rupiah. Dari 98 rumah yang ludes terbakar, ditaksir nilainya mencapai Rp 6,86 miliar, ditambah dengan kendaraan yang turut terbakar di lokasi kejadian seperti 3 unit mobil serta 4 unit sepeda motor milik warga.
“Selain itu, juga ada sebuah truk roda 6 yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang turut terbakar,” jelasnya.
Lebih lanjut, kronologi kejadian bermula ketika salah seorang saksi bernama Maria melihat kobaran api yang berasal dari dalam kamar sekira pukul 09.00 Wita, kemudia meminta bantuan untuk memadamkan api tersebut.
“Pada pukul 9.45 Wita 6 unit pemadam kebakaran BPBD Berau tiba di TKP. selanjutnya pukul 12.20 Wita api berhasil dipadamkan. Untuk penyebab api saat ini masih dalam penyelidikan,” tegasnya. (RIZAL)












