AMBISI Kabupaten Berau menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser pada November mendatang, dihadapkan pada tantangan serius. Keterbatasan anggaran membuat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau harus bersiap mengambil langkah tegas, termasuk memangkas jumlah atlet yang akan diberangkatkan.
Ketua KONI Berau, Taupan Madjid mengaku anggaran daerah saat ini belum sepenuhnya mampu menopang kebutuhan pembinaan hingga keberangkatan kontingen secara maksimal. Padahal, dari hasil babak kualifikasi, Berau mencatat capaian cukup signifikan dengan meloloskan puluhan Cabang Olahraga (Cabor).
“Kita melihat kondisi anggaran saat ini memang cukup memprihatinkan. Jadi kita harus menyesuaikan kemampuan daerah. Kalau memang tidak mencukupi, kemungkinan jumlah atlet yang diberangkatkan akan kita kurangi,” ungkapnya.
Opsi pengurangan kontingen dilakukan untuk menyesuaikan anggaran daerah. Seleksi akan diperketat dengan memprioritaskan atlet yang dinilai memiliki peluang meraih medali berdasarkan capaian pada babak kualifikasi.
“Kalau perlu nanti yang berangkat itu yang benar-benar berprestasi, yang punya peluang medali. Itu yang akan kita prioritaskan,” tegasnya.
Di sisi lain, Taupan mengungkapkan terdapat 52 cabang olahraga yang telah lolos kualifikasi Porprov. Jumlah tersebut menjadi potensi besar bagi Berau untuk bersaing, namun sekaligus menjadi beban jika tidak diimbangi dukungan anggaran yang memadai.
“Harapan kita tentu semuanya bisa berangkat. Tapi kita tetap realistis, akan kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Tak hanya soal jumlah atlet, persoalan mendasar juga muncul dari sistem pembinaan yang selama ini berjalan. Taupan menilai pola pembinaan yang dititipkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum sepenuhnya optimal, terutama dalam hal koordinasi antar cabang olahraga.
“Selama ini pembinaan memang dititipkan di Dispora, tapi koordinasi antar cabor masih belum maksimal,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












