Kebijakan WFA Buat Pemprov Kaltara Hemat Ratusan Juta

Sekprov Kaltara, Denny Harianto memimpin apel pagi di Lapangan Agatis, Senin (30/3/2026).

Kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), beberapa waktu lalu, berdampak pada biaya operasional.

Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, menyebut penerapan WFA berdampak langsung pada penurunan biaya operasional gedung perkantoran, khususnya pada penggunaan listrik dan air.

“Dari Januari ke awal Februari, penurunannya sekitar Rp 230 juta,” ujar Denny, di sela-sela menyampaikan sambutan pada apel pagi di Lapangan Agatis, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, penghematan tersebut tercatat setelah dilakukan pendataan terhadap penggunaan utilitas di 11 gedung organisasi perangkat daerah (OPD) selama periode penerapan WFA.

Selain efisiensi anggaran, tingkat kepatuhan aparatur terhadap kebijakan tersebut juga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil pemantauan melalui kegiatan safari perangkat daerah, pelaksanaan WFA di kalangan ASN mencapai sekitar 99 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pola kerja fleksibel masih dapat dijalankan tanpa mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan, sehingga kebijakan serupa dinilai layak dipertimbangkan untuk diterapkan kembali pada kondisi tertentu.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa instansi yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat tetap diminta memastikan operasional berjalan normal selama kebijakan WFA diberlakukan.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan dan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *