AKSES pemeriksaan HIV di Kabupaten Berau kini sudah menjangkau wilayah hulu hingga pesisir. Namun, saat hasil tes menyatakan positif, tidak seluruh fasilitas kesehatan dapat langsung memberikan terapi lanjutan.
Diketahui, dari 21 Puskesmas yang tersebar di Berau, baru sembilan yang mampu melayani pengobatan HIV. Selain itu, terapi juga tersedia di rumah sakit rujukan daerah, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai.
Wasor P2-HIV (Analis Penyakit Menular) Dinkes Berau, Andy Nuriyanto, menjelaskan keterbatasan tersebut disebabkan belum meratanya tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus.
“Pengobatan HIV itu membutuhkan pelatihan tersendiri. Tidak semua Puskesmas sudah memiliki tenaga yang tersertifikasi untuk menangani terapi,” ujar Andy, Minggu (15/2/2026).
Meski demikian dari sisi deteksi dini, Andy memastikan tidak ada lagi wilayah yang sulit mengakses tes. Layanan skrining telah tersedia hingga kampung terpencil dan kawasan kepulauan.
“Tes HIV sudah bisa dilakukan di daerah pedalaman maupun pesisir. Dari hulu sampai Maratua dan Bidukbiduk, masyarakat sudah terlayani,” katanya.
Pemeriksaan HIV bahkan menjadi prosedur wajib bagi ibu hamil sebagai upaya pencegahan penularan dari ibu ke anak. Sementara bagi calon pengantin, skrining terus didorong melalui layanan kesehatan yang tersedia.
Selain keterbatasan fasilitas, tantangan juga datang dari kesiapan pasien. Sebagian masih menunda terapi karena belum siap menerima diagnosis. Kondisi itu semakin kompleks apabila pasien juga terdiagnosis tuberkulosis (TBC).
“Kalau HIV dan TBC terdeteksi bersamaan, pengobatan TBC harus diprioritaskan lebih dulu. Itu yang membuat terapi HIV bisa tertunda,” jelasnya.
Untuk memperluas akses, Dinkes Berau menargetkan penambahan satu Puskesmas lagi yang dapat memberikan layanan terapi HIV pada tahun ini. Saat ini, Andy mengungkapkan fasilitas pengobatan telah tersebar di wilayah perkotaan dan pedalaman seperti Kelay, hingga pesisir seperti Tanjung Batu dan Talisayan.
“Layanannya sudah mulai merata, meski belum seluruh Puskesmas bisa. Ke depan tentu akan terus kita tambah,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












