TPA Pegat Bukur Tertahan,Pemkab Siapkan TPA Sementara Jelang Operasional RSUD

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toga. (Azwini/Disway Kaltim)

TARGET Pemerintah Kabupaten Berau mengoperasikan RSUD Tanjung Redeb pada Mei 2026 diiringi tantangan serius di sektor lingkungan, khususnya persoalan pengelolaan sampah. Keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga yang berdekatan dengan kawasan pelayanan kesehatan dinilai tidak ideal, terlebih kondisinya telah melebihi daya tampung. Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah mendesak yang harus diselesaikan sebelum rumah sakit tersebut mulai beroperasi.

Pemkab Berau menyiapkan skema transisi pengelolaan sampah sebagai langkah antisipasi. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Berau merencanakan pemindahan aktivitas pembuangan sampah dari TPA Bujangga ke TPA Pegat Bukur. Namun hingga kini, pembangunan TPA Pegat Bukur masih berada pada tahap awal dan belum dapat difungsikan tahun ini.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan DPUPR Berau, Decty Toga mengatakan, secara teknis lokasi TPA Pegat Bukur telah melalui peninjauan Kementerian Lingkungan Hidup dan dinyatakan dapat digunakan dalam kondisi tertentu. Meski demikian, pemerintah daerah memilih tidak terburu-buru dalam mengoperasikannya.

“Secara teknis memang sudah bisa digunakan, tetapi kami tetap berhati-hati. Prinsipnya, kita mau membangun TPA yang sesuai standar supaya tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” ujar Decty, Minggu (8/2/2026).

Pembangunan yang telah dilakukan sejauh ini masih sebatas tahap awal, meliputi pematangan lahan, pembangunan satu lubang pembuangan, serta akses jalan menuju lokasi. Rencana awal sebenarnya menyiapkan dua lubang buangan, namun keterbatasan anggaran membuat pembangunan lanjutan belum dapat dianggarkan tahun ini.

“Ini baru langkah awal yang penting untuk pengoperasian TPA ke depan, sambil menunggu dukungan anggaran lanjutan,” katanya.

Untuk menyelesaikan pembangunan TPA Pegat Bukur secara menyeluruh dibutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit, dengan estimasi mencapai Rp150 miliar. Realisasi pembangunan tersebut sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah.

Sambil menunggu kelanjutan pembangunan TPA Pegat Bukur, Pemkab Berau menyiapkan solusi sementara dengan memanfaatkan lahan hibah dari pihak ketiga sebagai lokasi pembuangan sampah alternatif. Langkah ini ditempuh untuk mengurangi beban TPA Bujangga yang saat ini sudah berada dalam kondisi overload.

Menurut Decty, pembenahan sistem pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam mendukung operasional RSUD Tanjung Redeb. Meski keuangan daerah tengah mengalami penyesuaian, komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan TPA tetap berjalan.

“Ini hanya soal waktu dan kesiapan anggaran. Pemkab sudah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan sampai TPA Pegat Bukur siap beroperasi secara permanen,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *