Kalimantan Utara (Kaltara) masih menjadi magnet bagi pencari kerja dari luar daerah. Apalagi, kini tengah berlangsung pembangunan kawasan industri di Kabupaten Bulungan.
Banyaknya pencari kerja yang mengadu nasib di Bumi Benuanta, turut berdampak terhadap pertumbuhan jumlah penduduk.
Menukil data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara pada semester I 2025, pendudukan Kaltara bertambah sekira 7 ribu jiwa. Menjadi 778 ribu jiwa.
“Pertambahan jumlah penduduk tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh angka kelahiran, melainkan lebih banyak disebabkan oleh perpindahan domisili penduduk dari luar daerah ke Kaltara, karena alasan pekerjaan,” ujar Sanusi, Rabu (28/1/2026).
Sedangkan terkait program transmigrasi, Sanusi menyebut belum memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penduduk pada tahun ini. Apalagi, program transmigrasi baru belum berjalan, sehingga peningkatan jumlah penduduk lebih didominasi para pencari kerja.
Dalam aspek pencatatan administrasi kependudukan, Disdukcapil Kaltara saat ini masih menerapkan dua sistem, yakni pencatatan konvensional dan digital.
Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong percepatan transformasi digital seiring dengan meningkatnya alokasi anggaran untuk sektor kependudukan dan pencatatan sipil.
“Pelayanan adminduk kini semakin menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, keterbatasan anggaran negara menjadi tantangan tersendiri yang menuntut adanya inovasi dalam pelayanan, terutama untuk menjaga ketepatan dan validitas data kependudukan.
“Dengan keterbatasan anggaran, inovasi menjadi kunci, agar pendataan penduduk tetap akurat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)












