Produksi Masih Kurang, Pemkab Genjot LTT

Pemkab Bulungan terus menambah luasan sawah untuk mengejar target produksi.-DOK

Produksi beras di Kabupaten Bulungan pada 2025 lalu, masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Dari total kebutuhan sekitar 16 ribu ton per tahun, produksi baru mencapai sekitar 12 ribu ton.

“Untuk mengejar kekurangan itu, peningkatan produksi terus dilakukan melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT). Pada periode 2024 ke 2025, LTT padi kita tercatat meningkat signifikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Kristiyanto, Senin (19/1/2026).

Ia menyebut, luas tanam saat ini naik sekitar 83 persen, dari sebelumnya 2.100 hektare menjadi sekitar 3.900 hektare.

Peningkatan LTT, kata Kristiyanto, menjadi salah satu dasar optimisme pemerintah daerah dalam mengejar target pemenuhan kebutuhan beras pada 2026.

Selain peningkatan LTT, Dinas Pertanian juga mencatat adanya penambahan luas sawah baru. Pada 2025, lahan sawah yang telah dicetak mencapai sekitar 800 hektare dan difungsikan untuk menambah produksi padi.

“Dari 800 hektare itu, rata-rata produktivitas gabah sekitar 4 ton per hektare. Kalau dikonversi menjadi beras, hasilnya sekitar 1.800 ton dalam satu kali tanam,” ungkapnya.

Ia mengatakan, di 2026 ini pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan cetak sawah seluas sekitar 1.000 hektare kepada Kementerian Pertanian, sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi.

Menurutnya, dengan tambahan luas tanam dan optimalisasi pola tanam dua kali setahun, diperkirakan produksi beras Bulungan pada 2026 dapat melampaui angka kebutuhan daerah.

“Kalau skema ini berjalan, harapannya produksi beras kita bisa mencapai lebih dari 16 ribu ton, sehingga kebutuhan masyarakat bisa tercukupi,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi produksi riil di lapangan, bukan sekadar target administratif.

“Ini hitungan produksi berdasarkan luas tanam dan produktivitas. Kalau semua berjalan sesuai rencana, seharusnya sudah sangat mencukupi,” pungkasnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *