RENCANA pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru di kawasan Perumahan Korpri, Tanjung Redeb, dipastikan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.Meski telah masuk dalam tahap perencanaan, belum adanya penetapan titik lokasi serta kepastian anggaran membuat pembangunan fisik sekolah tersebut harus ditunda.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah mengatakan, pendirian SMP baru sebelumnya ditargetkan dapat dimulai pada tahun ini. Namun karena sejumlah pertimbangan, membuat rencana tersebut belum dapat dilanjutkan.
“Rencananya memang tahun ini, tapi sampai sekarang belum ada penetapan lahan. Kalau dilihat dari sisi anggaran juga belum tersedia, meskipun dalam perencanaan sudah ada,” ujar Mardiatul.
Untuk mencegah persoalan keterbatasan daya tampung siswa semakin berlarut, Disdik Berau mengambil langkah alternatif dengan memperkuat sekolah yang sudah ada. Salah satunya melalui penambahan ruang kelas belajar (RKB) di SMP Negeri 2 Tanjung Redeb, yang sebelumnya kapasitas di sekolah tersebut tidak lagi sebanding dengan jumlah siswa yang masuk. Penambahan ruang kelas tersebut diproyeksi mampu mengakomodasi keterbatasan rombongan belajar akibat meningkatnya jumlah peserta didik baru.
“Kalau delapan RKB itu bisa terealisasi, saya kira sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tersebut. Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi sementara,” kata Mardiatul.
Selain menambah ruang kelas, Disdik Berau juga melakukan pemetaan kebutuhan pendidikan secara lebih rinci. Menurut Mardiatul, persoalan kekurangan daya tampung tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah, melainkan hanya di titik-titik tertentu di kawasan perkotaan.
“Sehingga penanganannya tidak selalu harus dengan membangun sekolah baru,” ujarnya.
Meski demikian, Mardiatul menegaskan rencana pembangunan SMP baru di kawasan Korpri tidak dibatalkan. Pembangunan sekolah tersebut tetap menjadi opsi jangka panjang untuk menjawab potensi lonjakan jumlah siswa seiring pertumbuhan penduduk di Tanjung Redeb.
“Kalau lokasi sudah ditetapkan dan anggarannya memungkinkan, pembangunan SMP baru tetap akan kami dorong,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)












