DIKERJAKAN, NILAINYA RP 27,29 M

Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam

Direktur PT Pelayaran Mitra 7 Samudera, Bagio saat paparkan perkembangan pancang fender Jembatan Mahakam I (Disway Kaltim/Mayang)

Cukup lama mengalami kerusakan setelah ditabrak, Jembatan Mahakam berproses dalam perbaikan. Nilainya cukup fantastis. Yang ditargetkan selesai April mendatang.

————————

Hampir sebelas bulan setelah insiden tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam I pada 16 Februari 2025, akhirnya memulai perbaikan fender. PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra memastikan pekerjaan fisik perbaikan dolphin dan fender Jembatan Mahakam senilai Rp 27,29 miliar akan mulai dilaksanakan pada 9 atau 10 Januari 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Direktur PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra, Bagio, dalam rapat bersama DPRD Kalimantan Timur serta sejumlah instansi teknis terkait. Ia menegaskan seluruh tahapan persiapan teknis telah rampung dan proyek kini siap memasuki tahap pemancangan.

“Kami pastikan pekerjaan fisik akan mulai kami laksanakan pada tanggal 9 atau 10 Januari ini. Seluruh material utama sudah berada di Samarinda dan siap digunakan,”ujar Bagio.

Bagio menjelaskan, sesaat setelah insiden tabrakan tongkang, pihaknya langsung mendatangi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk menyatakan kesiapan bertanggung jawab penuh atas perbaikan infrastruktur pengaman Jembatan Mahakam. Namun, proses perbaikan tidak dapat dilakukan secara instan karena pada saat kejadian belum tersedia Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.

“Begitu kejadian, kami langsung datang ke BPJN untuk menyampaikan komitmen bertanggung jawab. Tapi memang saat itu DED belum ada, sehingga tidak bisa langsung dikerjakan,”jelasnya.

Menurut Bagio, penyusunan desain teknis menjadi tahapan krusial yang memerlukan waktu dan pembahasan mendalam. Pihaknya kemudian mencari konsultan perencana hingga akhirnya ditunjuk pada April 2025.

“Pada saat kejadian, Detail Engineering Design belum ada. Kami harus mencari konsultan perencana terlebih dahulu. Konsultan baru kami dapatkan sekitar April 2025, kemudian kami lakukan pembahasan intensif dengan BPBJN sampai desain itu benar-benar matang dan disetujui,”kata Bagio.

Adapun, rangkaian pembahasan teknis tersebut berlangsung selama beberapa bulan hingga akhirnya DED disetujui pada September 2025. Setelah desain teknis dinyatakan final, pada Oktober 2025 PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudra menunjuk PT Naviri Multi Konstruksi sebagai penyedia jasa konstruksi, serta PT Awefendi Geostruk Indonesia sebagai konsultan pengawas.

“Setelah DED disetujui, kami langsung bergerak menunjuk kontraktor dan konsultan pengawas agar pekerjaan bisa segera berjalan sesuai aturan,”ujarnya.

Secara kontraktual, pekerjaan ini tercatat sebagai Proyek Perbaikan Dolphin dan Fender Jembatan Mahakam yang berlokasi di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Dengan nilai kontrak proyek sebesar Rp 27.295.983.000, terhitung tanggal kontrak pada 6 Oktober 2025.

Namun demikian, pelaksanaan pekerjaan secara administratif dimulai pada 22 Oktober 2025, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender terhitung sejak pembayaran uang muka. Dengan durasi tersebut, proyek ditargetkan rampung pada April 2026, sepanjang tidak terdapat kendala teknis maupun faktor eksternal di lapangan. Setelah pekerjaan fisik selesai, kontrak juga mengatur masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

“Jadi dari sisi kontrak, waktu, dan tahapan pekerjaan semuanya sudah jelas. Kami bekerja sesuai dengan mekanisme dan tenggat yang telah ditetapkan,” tegas Bagio.

Memasuki tahap pelaksanaan fisik, pekerjaan perbaikan dolphin dan fender dilakukan menggunakan metode pemancangan di atas air. Alur pemancangan dirancang secara bertahap dengan sistem langkah mundur, dimulai dari bagian tengah Sungai Mahakam kemudian bergerak ke arah sisi darat.

Dari skema itu, total pekerjaan dilaksanakan pada 12 titik pancang yang dibagi ke dalam tiga tahap, dengan setiap tahap terdiri dari empat titik pancang. Pada setiap titik, urutan pekerjaan meliputi pemancangan tiang baja, pekerjaan bored pile, serta pemasangan tulangan isian pancang, dengan durasi rata-rata sekitar dua hari per titik.

“Setiap titik ada urutannya, mulai dari pemancangan, bored pile, sampai pengisian tulangan. Itu kami kerjakan secara disiplin agar hasilnya sesuai desain,” kata Bagio.

Setelah satu as pemancangan selesai, pekerjaan dilanjutkan ke as berikutnya sesuai desain teknis. Seluruh pekerjaan pada empat titik dalam satu tahap harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum memasuki tahap selanjutnya.

Usai satu tahap rampung, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bracing atau struktur pengaku pada titik satu hingga empat. Pemasangan bracing ini bertujuan memberikan kekakuan dan stabilitas tambahan pada struktur pelindung, dengan waktu pengerjaan sekitar satu hari. Setelah itu, dilakukan penggeseran tongkang menuju titik pancang berikutnya, yakni dari titik lima hingga delapan, dengan durasi sekitar dua hari.

Bagio menegaskan seluruh pekerjaan pemancangan wajib didampingi oleh tim survei guna memastikan ketepatan teknis.

“Selama pemancangan, kami selalu didampingi surveyor. Posisi dan ketegakan tiang harus betul-betul sesuai perencanaan,”ujarnya.

Berdasarkan laporan progres hingga 4 Januari 2026, realisasi pekerjaan telah mencapai 46,758 persen. Capaian ini melampaui target rencana sebesar 13,429 persen, sehingga tercatat deviasi positif sebesar 33,330 persen.

“Secara progres, alhamdulillah pekerjaan berjalan lebih cepat dari rencana. Tapi tetap kami jaga kualitasnya,” kata Bagio.

Selain aspek teknis konstruksi, Bagio memastikan pihaknya juga berkoordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Distrik Navigasi untuk menjamin keselamatan pelayaran selama proyek berlangsung.

“Kami pastikan pengerjaan dolphin dan fender ini tidak mengganggu alur pelayaran. Semua pengaturan rambu, navigasi, dan keselamatan sudah kami koordinasikan dengan KSOP dan Distrik Navigasi,”tegasnya.

Dikatakan Bagio, Proyek perbaikan dolphin dan fender Jembatan Mahakam pada dasarnya bertujuan memperkuat sistem pengaman jembatan agar lebih aman dari risiko benturan kapal yang melintas di Sungai Mahakam.

“Pekerjaan ini mencakup pembangunan struktur pelindung dari beton dan baja, mulai dari pengecoran beton berkekuatan tinggi, pemasangan tulangan baja, hingga pemasangan tiang pancang berukuran besar di dasar sungai,” beber Bagio.

Selain itu, proyek ini juga meliputi pemasangan rubber fender, yakni bantalan karet yang berfungsi menyerap energi benturan kapal sebelum mengenai struktur utama jembatan.

Untuk menopang struktur pelindung tersebut, digunakan tiang pancang baja berdiameter sekitar 1,1 meter yang ditanam hingga puluhan meter ke dasar Sungai Mahakam. Di dalam setiap tiang pancang baja, dibuat bored pile atau tiang bor beton berdiameter 105,6 sentimeter dengan mutu tinggi agar struktur menjadi lebih kuat dan stabil.

Tiang-tiang tersebut dipasang hingga kedalaman sekitar 57 meter dari permukaan air sungai, sehingga mampu menahan beban besar sekaligus tekanan arus sungai. Seluruh struktur diperkuat dengan rangkaian tulangan baja di bagian dalam guna mencegah pergeseran maupun kerusakan.

Pengerjaan dilakukan secara bertahap menggunakan tongkang, dimulai dari bagian tengah sungai dan bergerak ke arah tepi darat. Setiap tahap harus menyelesaikan seluruh titik tiang pancang terlebih dahulu sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah seluruh tiang pada satu tahap terpasang, struktur pengaku atau bracing dipasang untuk menambah kekakuan dan kestabilan.

Selama seluruh proses berlangsung, tim survei terus dilibatkan untuk memastikan posisi dan kemiringan tiang pancang sesuai dengan perencanaan teknis, sehingga fungsi pengaman Jembatan Mahakam dapat bekerja secara optimal dalam jangka panjang.

“Kami memastikan Jembatan Mahakam aman dalam jangka panjang. Kami ingin pekerjaan ini benar-benar selesai dengan kualitas terbaik, sesuai desain dan standar keselamatan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” tutup Bagio. (MAYANG/ARIE)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *