Anggaran Dokter Terbang Berkurang

Pelayanan kesehatan Program Dokter Terbang, beberapa waktu lalu.IST

Program Dokter Terbang yang menyasar wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025 lalu, diklaim telah sesuai rencana.

“Layanan kesehatan tetap bisa menjangkau wilayah 3T, meskipun kondisi geografisnya cukup menantang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, Usman, belum lama ini.

Ia juga menyampaikan bahwa program tersebut akan tetap dilanjutkan pada 2026. Namun, kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada besaran dana yang dialokasikan.

“Kalau di 2025 anggarannya sekitar Rp1,9 miliar, tahun depan kemungkinan hanya sekitar separuhnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Dinkes Kaltara akan melakukan pemetaan ulang wilayah sasaran, mengingat anggaran yang tersedia.

Layanan Dokter Terbang nantinya difokuskan pada daerah yang benar-benar tidak dapat dijangkau melalui akses darat maupun transportasi reguler.

“Kita tetap lanjutkan, tapi tidak lagi menyeluruh seperti sebelumnya. Prioritasnya adalah daerah yang aksesnya paling terbatas,” kata Usman.

Ia menambahkan, keberlanjutan program ini juga didukung oleh capaian yang telah diraih sebelumnya. Program Dokter Terbang sempat memperoleh penghargaan inovasi pelayanan publik.

“Capaian itu menjadi dorongan, agar program ini tetap berjalan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di wilayah terpencil Kalimantan Utara,” ujarnya. (Muhammad Efendi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *