Tahap Awal Buka Layanan IGD

foto: Gedung Walet hasil pengembangan RSUD dr Abdul Rivai. (Dok. Disway Kaltim)

GEDUNG Walet hasil pengembangan Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) dr Abdul Rivai resmi beroperasi sejak 25 September lalu. Masyarakat kini sudah bisa memanfaatkan gedung baru yang lebih terintegrasi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Humas RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriatmaja menyampaikan, untuk tahap awal layanan yang dibuka adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang berada di lantai dasar.

“IGD lama masih dibuka bersamaan dengan IGD di Gedung Walet. Namun sehari setelahnya, seluruh pelayanan gawat darurat resmi dialihkan ke gedung baru,” kata Dani, Rabu (1/10/2025).

Ia menjelaskan, IGD lama akan dialihfungsikan sesuai kebutuhan manajemen rumah sakit. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah memindahkan layanan gigi spesialis ke ruangan IGD lama. Hal ini karena ruangan pelayanan gigi saat ini masih terbatas.

“Kemungkinan besar kebijakan manajemen akan menggeser layanan gigi spesialis ke IGD lama, karena ruangan yang ada sekarang cukup sempit dan kecil,” jelasnya.

Menurutnya, Gedung Walet memberikan banyak kemudahan karena layanan di dalamnya bersifat terpadu. Jika sebelumnya pasien atau keluarga pasien harus berpindah ruangan untuk mendapatkan layanan tambahan seperti pengambilan obat, kini semua dapat dilakukan di satu lokasi.

“Tidak ada lagi pindah ke tempat lain untuk mengambil obat atau layanan lain. Semua tersedia di satu ruangan,” tuturnya.

Selain lantai dasar, pengembangan gedung juga meliputi lantai dua dan lantai tiga. Di lantai dua akan difungsikan sebagai ruang operasi, sementara di lantai tiga akan disiapkan untuk Intensive Care Unit (ICU), Operatie Kamer Anesthesie (OKA), Intensive Coronary Care Unit (ICCU), serta High Care Unit (HCU).

Di IGD, pelayanan yang tersedia cukup lengkap, mulai dari rawat inap, rawat jalan, ruang isolasi, intermediate, resusitasi, farmasi, laboratorium, hingga pelayanan PONEK kebidanan dan radiologi.

“Semua fasilitas tersebut terkoneksi, sehingga diharapkan akan memudahkan pasien maupun tenaga medis dalam menjalankan pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *