Ancaman Pencabutan Izin Menanti

Jika Jual LPG 3 di Atas HET

Kepala Bidang Bina Usaha dan Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi (Azwini/Disway Kaltim)

DINAS Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau memperketat pengawasan distribusi LPG 3 kilogram. Pangkalan yang kedapatan menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp25.000 per tabung atau menyalurkan ke kios akan dikenai sanksi pencabutan izin.

Kepala Bidang Bina Usaha dan Perdagangan Diskoperindag Berau, Hotlan Silalahi mengatakan, inspeksi mendadak (Sidak) terus dilakukan secara maraton di sejumlah kecamatan. Hasilnya, masih ada pangkalan yang menjual gas subsidi di atas HET.

“Awalnya sudah kami tegur melalui surat bupati, terutama untuk agen yang menyalurkan ke sub-penyalur. Setelah itu, kami lanjutkan dengan sidak di Tanjung Redeb, saat itu harga sudah merata Rp25 ribu,” ujar Hotlan usai rapat evaluasi, Senin (29/9/2025).

Namun, di Kecamatan Sambaliung masih ditemukan pangkalan yang menjual lebih tinggi dari HET. Atas temuan itu, Diskoperindag telah mengeluarkan imbauan tertulis agar pelanggaran tidak terulang.

“Secara regulasi HET itu patokan. Tidak ada toleransi harga, karena sudah dikaji pemerintah. Kalau setelah sosialisasi dan imbauan masih ada yang melanggar, sanksinya pencabutan izin usaha,” tegasnya.

Hotlan menekankan, distribusi LPG subsidi hanya diperuntukkan bagi empat kelompok, yakni rumah tangga, nelayan, petani, serta pelaku UMKM. Agen maupun pangkalan dilarang keras menjual ke kios atau pihak ketiga.

“Kalau masih ada yang nakal, menjual ke kios atau menaikkan harga, konsekuensinya jelas. Setelah semua kecamatan disosialisasi, tahap berikutnya punishment,” ujarnya.

Selain distribusi, Diskoperindag juga menyoroti faktor teknis yang mempengaruhi harga, yakni kondisi tabung gas. Banyak tabung bocor atau tidak sesuai SNI, sehingga menambah beban pangkalan. Pertamina sudah berkomitmen memperbaiki dengan mengganti sekitar 3.000 tabung baru setiap bulan.

“Jadi tidak ada lagi alasan bagi agen maupun pangkalan untuk menaikkan harga. Pemerintah sudah atur, distribusi sudah diperbaiki, tabung pun diganti terus. Tinggal komitmen mereka saja,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *