RATUSAN pengemudi ojek online (Ojol) dari berbagai komunitas di Kabupaten Berau menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Berau. Mereka menuntut sejumlah perbaikan kebijakan aplikator yang dinilai merugikan pendapatan driver.
Aksi ini berlangsung sehari setelah Pemkab Berau memediasi pertemuan antara perwakilan driver dan sejumlah pihak terkait di Ruang Rapat Kakaban, Senin (8/9/2025).
Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Berau, Didin Haerudin menyebut, sejumlah fitur dalam aplikasi justru memperburuk kondisi kerja driver. Mulai dari promo tarif hemat, sistem tawar, hingga penerimaan mitra baru yang terus dibuka tanpa batas.
“Pendapatan kami semakin menurun. Kalau kondisi ini tetap dibiarkan, kami siap turun aksi lagi,” ujar Didin, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, masing-masing komunitas juga memiliki keluhan khusus. Driver Gojek mendesak penghapusan jam operasional GoFood dan sistem double order. Driver Grab menolak fitur tawar tarif serta layanan hemat. Sementara driver Maxim menyoroti ongkos kirim makanan yang dianggap terlalu rendah.
Selain itu, seluruh komunitas sepakat meminta dihentikannya rekrutmen mitra baru dan mendesak agar perusahaan aplikator memiliki kantor resmi di Berau sebagai wadah aduan pengemudi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marewangeng, memastikan pemerintah daerah menampung seluruh tuntutan. Ada tiga poin utama yang segera ditindaklanjuti, yakni penyesuaian tarif agar lebih adil, usulan pendirian kantor aplikator di Berau, serta penghentian sementara perekrutan mitra baru.
“Kesepakatan sudah kami catat, tinggal menunggu tanda tangan Bupati. Kami akan perjuangkan,” kata Andi.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi menekankan, kewenangan penuh terkait sistem aplikasi berada di perusahaan dan kementerian. Pemkab Berau hanya bisa mendorong dan mengawal aspirasi ke level provinsi maupun pusat.
“Dalam satu hingga dua hari kedepan, surat resmi akan ditandatangani Bupati. Tapi harus dipahami, pemerintah daerah tidak bisa memaksa aplikator untuk langsung mengubah sistem mereka,” jelas Didi. (MAULIDIA AZWINI)












