KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, menyebut sektor pertambangan tetap menjadi magnet utama bagi para pencari kerja di Kabupaten Berau.
Perusahaan tambang setiap tahun selalu ramai diserbu pencari kerja. Hal ini terlihat dari gelaran Job Fair 2025 beberapa waktu lalu. Dimana para pencari kerja lebih berminat mendaftar di sektor pertambangan.
“Kalau melihat fasilitas dan gaji, tambang memang lebih menarik di mata masyarakat,” kata Zulkifli, Senin (8/9/2025).
Ia menilai, kecenderungan ini perlu diimbangi dengan edukasi kepada pencari kerja agar tidak hanya terpaku pada sektor yang populer. Padahal, menurut Zulkifli, banyak sumber pekerjaan lain di Berau yang berpeluang besar berkembang, asalkan masyarakat mau melihat dan memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kita ingin anak-anak muda lebih terbuka melihat peluang. Jangan hanya mengejar tambang, karena persaingan di sana juga semakin ketat,” ujarnya.
“Tambang memang penghasilannya tinggi, tapi sektor lain juga bisa menjanjikan jika ditekuni,” sambungnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya terpaku pada sektor pertambangan dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, banyak peluang kerja di sektor lain yang tak kalah menjanjikan.
“Kita ini tidak hanya bicara tambang. Ada jasa perhotelan, perkebunan, rumah sakit, dan berbagai sektor lainnya. Artinya, semua sektor formal itu juga butuh tenaga kerja,” tutur Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan, Disnakertrans telah berupaya membuka jalan bagi masyarakat untuk bisa masuk ke sektor-sektor non-tambang. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain membangun Balai Latihan Kerja (BLK), melaksanakan pelatihan bersama perusahaan, hingga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk menggali potensi melalui Bursa Kerja Khusus (BKK).
“Kami optimis, dengan kerja sama perusahaan dalam membangun sumber daya manusia, peluang kerja di Berau akan semakin terbuka. Yang penting, pencari kerja mau menyesuaikan potensi dan kemampuan mereka,” tandasnya. (RIZAL)












