Masuk Tahap Persiapan Teknis

Rencana Pembangunan Pengaman Pantai di Pulau Derawan Terus Berlanjut

pembangunan pengaman pantai di Pulau Derawan ditujukan untuk menangani abrasi. (Rizal/Disway kaltim)

UNTUK menangani abrasi pantai di Pulau Derawan yang terus terjadi setiap tahun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau akan melakukan pembangunan pengaman pantai. Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata menyatakan, rencana pembangunan pengaman pantai tersebut kini memasuki tahap persiapan teknis untuk pelaksanaan fisik.

“Proyek ini ditujukan untuk menangani abrasi pantai yang terus terjadi setiap tahun, hingga mengancam kelestarian kawasan wisata unggulan tersebut,” kata Hendra, Minggu (10/8/2025).

Seluruh tahapan awal mulai dari studi kelayakan hingga koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V telah dilalui. Kebutuhan anggaran awal untuk pembangunan pengaman pantai ini diperkirakan mencapai Rp 25 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut disesuaikan dengan kompleksitas medan dan kebutuhan material.

“Tahun ini kita sudah pada tahap persiapan untuk pekerjaan fisiknya,” ujarnya.

Metode yang digunakan cukup kompleks, mengingat kondisi lokasi yang berada di wilayah perairan terbuka dan dekat dengan gugusan gusung. Struktur pengaman pantai akan menggunakan material tetrapod, blok beton, dan timbunan batu.

“Metode ini sudah dihitung secara teliti menggunakan pendekatan elemen, agar hasilnya betul-betul efektif melindungi pantai,” terangnya.

Hendra juga menjelaskan, blok beton yang digunakan berbentuk kubus dan memiliki fungsi serupa dengan tetrapod, yakni memecah energi gelombang laut agar tidak langsung menghantam garis pantai.

“Ini berbeda dengan bangunan pemecah ombak seperti di Biduk-biduk yang dibangun di tepi jalan. Di Derawan penempatannya di titik-titik yang telah dipetakan, dan tidak mengganggu estetika pantai,” jelasnya.

Menurutnya, sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau, keindahan pantai Pulau Derawan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek ini. Karena itu, penempatan struktur pengaman pantai akan mempertimbangkan aspek estetika agar tetap mendukung daya tarik wisata.

“Kita ingin secepatnya dimulai. Sekarang sedang menentukan metode kerja paling efektif. Proyek ini akan dilakukan bertahap, tergantung pada alokasi anggaran,” tuturnya. (RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *