Sekolah Gratis Dimulai Tahun 2026

Ilustrasi anak sekolah. (Istimewa)

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen mendukung akses pendidikan yang merata dan terjangkau. Tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari ketersediaan ruang kelas, guru, hingga sarana dan prasarana lainnya.

Pemkab Berau akan menerapkan sekolah gratis bagi masyarakatnya. Program ini sebelumnya menjadi salah satu janji politik Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis dalam rangka meringankan beban masyarakat. Khususnya keluarga kurang mampu dalam mengakses pendidikan dasar yang layak.

Di bawah kepemimpinan Bupati Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Gamalis, program ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, sektor pendidikan menjadi fokus utama dalam program kerja lima tahun ke depan. Program pendidikan gratis yang akan diterapkan mencakup berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari biaya registrasi, buku sekolah hingga seragam siswa.

Selain pendidikan gratis, program unggulan lainnya adalah pemberian beasiswa bagi pelajar berprestasi dan kurang mampu, serta program laptop gratis bagi para guru di tingkat TK, SD, dan SMP. Program ini lahir dari banyaknya keluhan masyarakat mengenai biaya pendidikan yang masih menjadi beban.

“Banyak keluhan yang kami terima mulai dari biaya pendaftaran, buku skeolah hingga seragam siswa,”  kata Bupati Sri Juniarsih, Senin (7/7/2025).

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah menjelaskan, program tersebut telah masuk dalam perencanaan. Namun, pelaksanaannya baru bisa dimulai pada 2026. Ia menegaskan, tahun ini Pemkab Berau masih mempersiapkan segala regulasi dan penganggaran agar pelaksanaan program berjalan optimal tanpa kendala di lapangan.

Meskipun belum bisa diberlakukan tahun ini, Mardiatul memastikan kebijakan sekolah gratis tetap berjalan. Artinya, seluruh siswa yang mendaftar di sekolah negeri tidak akan dikenakan biaya apa pun untuk masuk sekolah.

“Kalau ada sekolah negeri yang masih memungut, kami minta segera dilaporkan,” tegasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Ali Syahbana menambahkan, kebijakan ini selaras dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikenal dengan nama GratisPol yang bertujuan untuk  mewujudkan pendidikan merata dan berkualitas.

“Tapi ada perbedaan antara kedua program ini,” kata Ali.

Ali menjelaskan, program provinsi mencakup jenjang SMA hingga perguruan tinggi. Sedangkan di Berau program pendidikan gratis diperuntukkan bagi siswa tingkat TK, SD, hingga SMP.

“Program ini berlaku secara menyeluruh tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta,” tandasnya. (ADV/RIZAL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *