6.500 Warga Gagal Nikmati Sambungan Air Gratis

Kepala Bidang Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono. (AZWINI/DISWAY KALTIM)

HARAPAN ribuan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Berau untuk menikmati program sambungan rumah (SR) air bersih gratis melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2024 kandas. Tidak ada satu pun sambungan air terpasang, meski ribuan warga telah terdata sebagai calon penerima manfaat.

Perumda Air Minum Batiwakkal mengungkapkan bahwa seluruh usulan SR gratis yang diajukan pada 2024 gugur lantaran anggaran dari pemerintah pusat tidak kunjung dialokasikan. Kepastian pembatalan baru diterima pada September 2024, setelah perusahaan daerah itu berbulan-bulan menunggu kejelasan.

Kepala Bidang Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, mengatakan gagalnya program tersebut menyisakan persoalan serius di daerah. Selain mematahkan harapan masyarakat, Perumda juga harus menanggung dampak sosial dan kerugian akibat proses persiapan yang telah dijalankan.

“Program SR gratis tahun 2024 ini membuat kami cukup dirugikan. Ribuan warga sudah mendaftar, tapi programnya gagal,” ujar Rudy, Rabu (14/1/2026).

Padahal, sebelum pembatalan terjadi, proses pengusulan telah berjalan panjang. Sejak akhir 2023, Perumda menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan membuka pendaftaran dan pendataan secara terbuka di tingkat RT. Pendataan dilakukan secara masif untuk menjaring MBR yang memenuhi kriteria.

Antusiasme masyarakat tergolong tinggi. Hingga pendaftaran ditutup pada Januari 2024, sekira 6.500 warga di seluruh Kabupaten Berau tercatat mendaftar sebagai calon penerima SR gratis. Data tersebut kemudian diajukan ke pemerintah pusat dan masuk tahap verifikasi. Bahkan pada Februari 2024, tim dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turun langsung ke lapangan untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi riil.

“Berau termasuk daerah dengan usulan terbanyak di Kalimantan Timur. Pendataan kami lakukan secara masif di setiap RT,” jelas Rudy.

Sebagai langkah alternatif, Perumda Batiwakkal saat ini hanya dapat menawarkan keringanan pembayaran pemasangan sambungan reguler bagi masyarakat yang tetap ingin mengakses layanan air bersih, melalui skema pembayaran secara bertahap.

“Untuk sekarang yang bisa kami lakukan adalah memberi opsi cicilan, misalnya 12 kali pembayaran,” pungkasnya. (MAULIDIA AZWINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *